Jamu Asli Madura


Salah satu daya tarik Madura yang sudah dikenal luas masyarakat, adalah jamu madura. Khalayak luas akrab menyebutnya dengan ramuan madura. Sebuah istilah yang cukup mengundang keseksian. Konon, ramuan Madura memang terkenal ampuh, sejak nenek moyang hingga turun temurun. Terutama, ramuan yang terkait dengan keperkasaan lelaki dan performa organ tubuh perempuan. Salah satu produsen jamu madura tersebut adalah Ny. Badrijah dengan merk jamu Ny. Badrijah.

Jamu merk Ny. Badrijah, meski diproduksi dengan kapasitas rumahan, pamor produk jamunya hanya beda-beda tipis dengan produk jamu pabrikan. Jika produk pabrikan selalu ditopang dengan promosi, dan iklan yang gencar, sedangkan ramuan jamu Ny. Badriyah hanya mengandalkan berita dari mulut ke mulut.

Jamu Ny. Badrijah cukup lama dikenal luas di masyarakat. Daerah Madura dan sebagian masyarakat Jawa adalah pasar utamanya. Namun, perantau-perantau Madura juga membuat jamu produksi Ny. Badrijah cukup dikenal di Kalimantan, Sumatera, Malaysia, Korea, Jerman dan juga Arab.

Seiring meluasnya jangkauan pasar jamunya, Perusahaan Jamu Ny. Badrijah melengkapi produksinya dengan perizinan dan persyaratan yang sudah ditetapkan oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).


Jadi, produk rumahan Ny. Badrijah, tak lagi kalah dengan pabrikan jamu yang sudah menggunakan proses modern serta peralatan-peralatan canggih. Berikut ini ijin perusahaan milik Ny Badrijah.


“Ilmu perjamuan beliau diperoleh dari neneknya, yaitu nenek Katsiba,” kata Badrijah. Neneknya sejauh itu dikenal sebagai ahli jamu tradisonal dari Klampis, Madura.

Semula Badrijah hanya memproduksi tujuh produk jamu andalan, yaitu jamu perkasa, jamu sehat lelaki, jamu rapat (untuk wanita), delima putih, jamu keputihan, jamu singset, dan jamu kemanten. Setelah dikembangkan, tujuh jamu tersebut kini berkembang menjadi 20 jenis jamu, yang masing-masing juga diminati oleh masyarakat.


Karena kegigihan ini Presiden Habibie ketika itu sempat pula mengundangnya ke Istana Merdeka untuk menerima penghargaan bersama pengusaha-pengusaha jamu top dari seluruh Indonesia.

Meramu jamu madura, menurut Ny Badrijah, berbeda dengan meramu jamu jawa. bahan boleh sama, tetapi racikan bisa tidak sama. Begitu juga dengan hasil akhirnya. dan yang terpenting adalah khasiat dari jamu tersebut.

Bahan baku produksi mengandalkan suplay dari masyarakat dan petani sekitar. Kalaupun ada kekuarangan, atau ketiadaan bahan tertentu, baru mencari dari luar Madura. Biasanya di Pasar Panggung Surabaya. Di pasar tersebut banyak terdapat pedagang dan pengepul bahan-bahan jamu.


Perusahaan jamu Nyonya Badrijah juga aktif di berbagai rapat dan pertemuan para anggota persatuan pemilik jamu Indonesia yakni GP Jamu

Foto Ny Badrijah bersama ibu Muryati Sudibyo pemilik perusahaan "Mustika Ratu"

Yang terpenting ialah Jamu Produksi UD Ny Badrijah tidak menggunakan bahan kimia dalam peracikan maupun pembuatan jamunya, sehingga meminum jamu ini secara teratur tidak menimbulkan penyakit yakni tulang keropos dan penyakit lainnya tidak seperti kebanyakan jamu lainnya. dan juga perusahaa jamu Ny. Badrijah sudah diakui kualitasnya oleh pemerintah kota Bangkalan dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Tersedia Dalam Kemasan Pil, Kapsul, Serbuk, dan Sabun.

Untuk Pemesanan, Silahkan Hubungi :
ALAMAT PRODUKSI : Jl. KH. ACH. MARZUKI NO. 6A
PANGERANAN - BANGKALAN - MADURA
NO TELPON RUMAH : (+62) 031-3091606
NO HANDPHONE : (+62) 08123527653
: (+62) 08175080799

NB. Hati-hati Barang Palsu Untuk Informasi Lebih Lanjut Silahkan Hubungi Alamat Maupun Nomor Telpon Diatas.

TERKAIT
Sumber: Narutobux

Label: , , ,

Jamu Tradional Madura Mulai Luntur

Madura tidak hanya dikenal sebagai penghasil garam, tetapi juga populer dengan ramuan jamu tradisionalnya. Namun sayangnya usaha rumahan (home industri) jamu racikan tersebut kini sulit dikembangkan. Maklum, generasi penerusnya enggan menekuni warisan tradisi leluhur sebagai aset kekayaan budaya yang harus dilestarikan.

Oleh: Achmad Hairuddin

Ditengah gencarnya arus globalisasi, tidak hanya berdampak terhadap prilaku dan pola masyarakat yang serba komsumtif, tetapi juga sangat berpengaruh dalam iklim usaha jamu ramuan Madura yang sudah kesohor khasiatnya itu, kini mulai ditinggal penerusnya. Sehingga usaha peracikan jamu itu banyak yang gulung tikar, bahkan di Kab. Sampang kini hanya tinggal 2 orang yang masih mampu bertahan mengembangkan usahanya.

Salah seorang peracik ramuan jamu Madura, yaitu Ibu Arif yang sudah meninggal dan Hj Hayati Waladi DH. Sosok Hayati Waladi di masa kecilnya sudah tidak asing dengan dunia jamu, karena dilahirkan dari keluarga pencinta jamu tradisional. Tidak heran jika dia sangat mencintai ramuan pengobatan yang mulai ditinggalkan oleh generasi muda. Dia bertekad menekuni bisnis jamu tersebut secara total, dalam artian ingin mengangkat kembali citra Madura sebagai penghasil jamu berkhasiat.

Berangkat dari rasa keprihatinan melihat berbagai jamu tradisional Madura, tidak mengutamakan mutu tapi malah mengandung zat kimia dengan dosis tidak proporsional beredar dikalangan masyarakat luas. Maka dia berupaya memperkenalkan kembali bagaimana meracik jamu tradisional yang berkualitas, tanpa mengandung zat kimia.

Tetapi usaha yang dirintisnya, acap kali jatuh bangun karena terbentur kendala dana serta sulit dalam pemasaran. Namun rintangan itu tidak membuat langkahnya menjadi surut, justru sebaliknya wanita mempunyai 4 anak itu semakin gigih mengelola usahanya agar dapat berkembang dan semakin maju.

Sebagai pewaris generasi ke tiga dari usaha jamu yang dirintis keluarganya sejak 100 tahun lalu, dia tidak hanya semata-mata mencari keuntungan. Tetapi ingin mengembangkan peracikan jamu ramuan Madura yang telah dikelola lebih dari 10 tahun itu, tetap terjaga khasiatnya dan bisa diwariskan dari generasi ke generasi, agar tidak punah tergerus oleh modernisasi.

“Saya sangat prihatin dengan gaya hidup generasi muda yang enggan mengkonsumsi jamu tradisional, karena dianggap sudah tidak zaman lagi. Padahal jamu ramuan Madura selain khasiatnya sangat manjur bagi kebugaran tubuh, juga tidak mengandung efek samping yang membahayakan kesehatan. Karena tidak mengandung zat kimia, tetapi bahan bakunya murni dari unsur tumbuh-tumbuhan, “ kata Hayati, pemilik jamu Madura Sari, asal Jl Pahlawan, Kelurahan Rongtengah Sampang.

Setelah menerima tongkat estafet usaha keluarga, maka ia mencoba dengan berbagai resep jamu dari hasil pengetahuan dan pengalaman yang didapatnya selama menekuni bisnis jamu. Semula leluhurnya hanya memiliki 6 produk jamu yang beredar dipasaran, namun setelah dia kelola sendiri, kini telah berhasil mengembangkan puluhan produk jamu untuk penyembuhan berbagai penyakit.

Selain itu, dia berinovasi dengan mengubah kemasan jamu lebih modern, sehingga terkesan menarik dan mampu bersaing dipasaran. Tidak hanya itu, melihat jamu dalam bentuk serbuk jarang disukai karena rasanya pahit, lalu dia membuat dalam bentuk butiran agar mudah diminum dan tidak terasa pahit.

“Produk jamu yang paling banyak diminati konsumen yakni jamu empot-empot ayam atau legit wangi, tongkat Madura, galian rapet, serta berbagai jamu yang mengobati masalah organ intim kewanitaan, “ ujarnya.

Hasil pengembangan terbaru yang telah dia lakukan, adalah aroma therapy yang berasal dari dupa, serta campuran rempah-rempah khusus. Agar produk jamunya tidak mudah ditiru pihak yang tidak bertanggung jawab, dia telah mempatenkan trade mark, serta mendaftarkan di Menteri Kesehatan, No. 068/IKOT/JATIM/97.

Berkat kegigihan dan ketekunannya dalam menggeluti jamu tradisional karya adiluhung warisan budaya Indonesia tersebut. Wanita yang dikarunia 4 empat anak itu, telah berkeliling ke pelbagai daerah di pelosok tanah air sambil memperkenalkan jamu Madura. Bahkan dalam segi pemasaran, tidak hanya merambah pasar dalam negeri saja, tetapi kini juga telah mampu merambah pasar Singapore dan Jerman.

Berbagai perhargaan yang diraih, antara lain, berasal dari pusat penelitian obat tradisional dan lembaga penelitian serta pengabdian masyarakat, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Penghargaan sebagai industry jamu tradisional dari Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Penghargaan dari Gubernur Jatim, Imam Utomo, sebagai pengusaha kecil berprestasi, jenis industry pertanian. (*)

Sumber: Surabaya Post, Minggu, 30/10/2011

Label: ,

Bertahan sejak 'Zaman Batu'

SEJUMLAH produsen jamu tradisional di Pamekasan tertatih-tatih dalam mengembangkan produksinya. Mereka masih menggunakan cara tradisional warisan keluarganya.

Nafil Khalid, warga Jalan Segara Kota Pamekasan, melanjutkan usaha tradisional warisan neneknya. Buyutnya, Aisyah, pada 1961, memulai membuat jamu tradisional.

Pria kelahiran 8 April 1970 ini menuturkan, pada masa itu peralatan yang digunakan sangat tradisional, yakni menggunakan batu. "Semua peralatannya menggunakan batu. Rempah-rempah ditumbuk berulang-ulang dengan batu hingga halus dan menjadi serbuk," ujarnya.

Menurut dia, cara seperti itu sangat melelahkan. Tapi, karena kondisi saat itu tidak memungkinkan, peralatan dari batu jadi alternatif. "Batu itu dibentuk seperti lesung sehingga memudahkan untuk menumbuk bahan-bahan jamu," tambahnya.

Peralatan itu digunakan selama 24 tahun hingga 1985. Setelah itu berubah penggilingan. Tapi, alat-alat tradisional sebelumnya tidak dibuang atau dibiarkan. Alat-alat itu masih digunakan untuk keperluan menumbuk bahan-bahan tertentu.

Tidak jauh berbeda dengan pengakuan Khadijah. Warga Jalan Sersan Masrul Gg V itu juga masih menggunakan peralatan manual untuk meracik jamu tradisional. Sebab, ibu tiga anak itu mengaku tidak punya biaya untuk membeli peralatan yang lebih modern.

Dia menuturkan, bahan-bahan untuk jamu diperoleh dengan membeli kepada warga atau pasar. Setelah itu bahan-bahan itu diproses secara tradisional. Mula-mula dipilih dan dipilah sesuai dengan kebutuhan. Setelah dipilih, rempah-rempah itu diolah dengan disangrai sebelum ditumbuk menggunakan lesung. "Kalau langsung digiling, tidak bisa karena kurang halus," katanya.

Menurut istri Salim itu, jika dibandingkan masa lalu, proses membuat jamu sekarang lebih baik. Sebelum menjadi peracik jamu seperti sekarang, bahan-bahan ditumbuk hingga benar-benar halus dengan menggunakan batu. "Kita tetap menggunakan cara lama. Sebab, belum memiliki peralatan yang lebih modern," ujarnya.

Untuk penggiling, dia harus menyewa kepada orang lain agar memudahkan proses pembuatan jamunya. "Kalau bantuan dari pemerintah belum pernah ada kok," akunya.

Untuk mempermudah proses pembuatan jamu, Khadijah dibantu keponakannya, Fajwa dan ibunya, Salimah, hingga siap diminum. "Kadang, kalau pesanan banyak, kami minta bantuan dua orang dengan dibayar Rp 15 ribu per hari," terangnya.

Produk Unggulan Diburu

Khalid mengaku memiliki produk unggulan. Produk unggulan itu selalu berkembang sesuai dengan perkembangan zaman. Pada masa buyutnya (1961), jamu Panas Dalam, Komanden, dan Jinten Hitam sangat dikenal.

Dijelaskan, jamu Panas Dalam dibuat dari daun bluntas, kunyit, dan daun asam Jawa. Komanden menggunakan temu ireng, kapulagalaki, jahi kering, dan buah pepaya. Sedangkan Jinten Hitam dari sambiroto. "Tiga produk itu pada masa lalu sangat laris Mas," ujarnya.

Khalid cerita, sebelum bisa meracik sendiri, dia sering membantu buyutnya membuat jamu tradisional. "Kalau 1985, jamu unggulan sudah berubah karena mengikuti perkembangan zaman," katanya.

Kala itu, produk unggulannya jamu Sehat Pria dan Sehat Wanita. "Produk-produk unggulan itu bertahan hingga 1998," ujarnya.

Tak jauh berbeda dengan pengakuan Khadijah. Perempuan paro baya itu mengaku selalu menyediakan produk-produk unggulan sehingga bisa menarik bagi pembeli. Untuk dipercaya pembeli, dia mengusahakan izin dengan Nomor: 188/SK/189/441.014/1999 sampai saat ini masih memiliki satu produk unggulan yang dikenal Jamu Tusuk Jari.

"Jamu itu memiliki khasiat untuk menyembuhkan rematik/asam urat, lemah sahwat, tahan lama, darah kotor serta fungsi-fungsi lain," terangnya.

Untuk menjual produk hasil racikan tangan itu, para peracik jamu tradisional masih menggunakan cara lama. Mereka belum merambah sistem pemasaran berbasis teknologi. Alasannya, modal yang dimiliki sangat terbatas. Bahkan, antara Khadijah dan Khalid harus bekerjasama agar produk yang mereka hasilkan bisa laris dipasaran.

Atas kerjasama itu, tak heran mereka bisa menjual produk mereka hingga ke Jakarta, Kalimantan, bahkan ke luar negeri, seperti Malaysia dan Arab Saudi. Produk mereka bisa menjual ke luar negeri lewat teman yang ada di luar negeri.

Khadijah menjelaskan, dari luar negeri atau dari luar Kota Pamekasan biasanya memesan kepada temannya. Caranya, jamunya dititipkan kepada temannya di luar kota atau luar negeri. "Kalau jamu cocok, biasanya mereka pesan lagi ke kami," ujarnya.

Untuk memudahkan pemasaran, dia kemudian sepakat dengan Khalid. Khalid ditunjuk sebagai tenaga pemasaran hingga ke luar kota. Sedangkan Khadijah hanya meracik jamu.

Menurut Khalid, pihaknya sangat terbatas dari segi modal. Padahal, modal sebagai syarat utama untuk bisa memasarkan jamu-jamu tradisionalnya. "Andai ada bantuan peralatan atau modal, mungkin kami tidak akan tertatih-tatih memasarkan jamu-jamu ini," terangnya sambil menunjuk jamu-jamunya.

Sebenarnya, mereka ingin sekali produknya bisa dipasarkan melalui internet. "Modal untuk membeli bahan-bahan itu bisa mencapai Rp 200 ribu, apalagi membeli hosting internet, jelas tidak mencukupi Mas," ujarnya kemarin (28/3). (busri thaha/mat)

Sumber: Jawa Pos, Senin, 29 Maret 2010

Label: , ,

Unggulkan Jamu Pembangkit Seksual

DARI 34 produk jamu yang diracik Nyai Hj Hayati, sampai saat ini jamu yang menjadi produk unggulan adalah jamu yang memiliki manfaat untuk meningkatkan aktivitas seksual. Diantaranya, jamu Empot-Empotan atau Legit Madura, Jamu Galian Rapet Wangi, dan jamu Ma'jun Super.

Ketiga jamu tersebut diakui oleh sang peracik sebagai produk andalan. Nyai Hayati mengatakan, sebelumnya produk andalannya hanya jamu Empot-Empotan dan Galian Rapet Wangi. Belakangan, jamu Ma'jun Super ditetapkan sebagai jamu andalan. "Ma'jun Super ini adalah jamu paketan untuk pasangan suami istri," terangnya saat ditemui di kediamannya, Jalan Pahlawan.

Dijelaskan, Empot-Empotan atau Legit Madura adalah jamu yang bermanfaat untuk mengembalikan masa keperawanan dan mengesatkan peranakan. Sehingga, dapat menambah keharmonisan rumah tangga. Disamping itu, menurut sang peracik, dapat memadatkan tubuh dan menghilangkan keputihan di bagian kewanitaan.

Sementara Galian Rapet Wangi, diklaim bisa memberi kepuasan hubungan suami istri. "Jamu ini juga berfungsi untuk menyerap dan menghilangkan bau badan agar tetap awet muda, rapet, dan langsing," jelas Hayati yang handal mengendarai sepeda motor ini.

Tidak hanya menjadi andalan, jamu tradisional Madura yang diracik Nyai Hayati juga didominasi oleh jamu-jamu yang bermanfaat untuk hubungan seksual. Selain tiga jamu unggulan tersebut, masih ada Sembilan jamu yang hampir memiliki manfaat yang sama. Seperti jamu Sehat dan Kuat untuk Menambah Stamina Lelaki, jamu Sehat Lelaki, Jamu Penyubur, Godakan Rapet Wangi, Tongkat Madura, Jantan Super Capsul, Pancuran Nikmat, Sabun Kesed, dan Serbuk Wasiat Untuk Wanita.

Sementara produk lainnya berupa jamu untuk kecantikan dan kesehatan. Untuk kecantikan, misalnya Galian Singset, Cebokan Madura Sari dan lain sebagainya. Sedangkan untuk kesehatan, pewaris kekayaan tradisi Madura ini juga memproduksi jamu Kencing Manis, Pegal Linu, Pembersih Darah, Lancar Darah, Darah Tinggi, serta jamu untuk kesehatan lainnya.

Ditanya mengenai pembuatan jamunya, Nyai Hayati mengatakan pihaknya tidak memiliki agenda khusus pembuatan jamu. Melainkan, sambung dia, hanya disesuaikan dengan kebutuhan pasar. "Kalau pesanan salah satu produk meningkat, maka pembuatan produk tertentu juga ditingkatkan," paparnya.

Nyai Hayati mengatakan, untuk menjaga kualitas jamu racikannya, dirinya tidak pernah memberikan tanggung jawab untuk meracik kepada orang lain. "Untuk meracik saya lakukan sendiri. Tidak boleh dilakukan oleh siapapun. Tugas delapan karyawan saya sifatnya hanya membantu-bantu saja," pungkasnya. (fei/ed)

Sumber: Jawa Pos, Senin, 29 Maret 2010

Label: , ,

Produksi Jamu Tradisional Madura yang Tetap Bertahan

Jamu Perkasa dan Perawatan Jadi Andalan

JAMU tradisional Madura lekat dengan hubungan pasangan suami istri (pasutri) dan keharmonisan keluarga. Sejumlah pembuat jamu yang ditemui koran ini hanya membuat jamu yang berkhasiat untuk menjaga hubungan seks. Jarang jamu tradisional Madura untuk mengobati penyakit kanker atau diabetes.

Hampir semua pembuat jamu tradisional membuat jamu yang serupa. Seperti, menambah gairah seks laki-laki, mencegah ejakulasi prematur, keputihan, dan mengencangkan otot-otot kewanitaan. Khasiat sama lainnya, menambah nafsu makan dan jamu perawatan wanita sehabis masa melahirkan.

Penamaan jamu juga memiliki kemiripan. Misalnya, jamu yang berkhasiat untuk mengencangkan otot-otot kewanitaan diberi nama Galian Rapet, untuk mengecilkan perut diberi nama Galian Singset, sedangkan untuk menambah gairah seks laki-laki diberi nama Perkasa Lelaki.

Tiga orang ahli pembuat jamu yang ditemui koran ini di wilayah Bangkalan produk unggulannya berbeda. Siti Maryam yang memiliki kios jamu di Jalan Moh.Toha mengatakan, konsumennya banyak menyukai jamu untuk keperkasaan lelaki buatannya. "Kalau di sini banyak yang membeli Perkasa Lelaki," ujarnya.

Maryam memasarkan produk jamunya di wilayah lokal Madura. "Di lokal saja. Bagaimana sampai keluar kalau modalnya hanya sedikit dan pinjam di bank," ujarnya yang mengaku tidak mendapat bantuan dari pemerintah.

Ny Moh. Sholeh, salah satu ahli pembuat jamu tradisional lainnya mengaku tidak pernah membuat jamu untuk beberapa penyakit seperti diabetes, kanker, dan lainnya. Ramuan yang diterima dari neneknya semua berhubungan dengan perawatan pasangan suami istri. "Jamu yang dibuat bukan untuk menyembuhkan, melainkan untuk perawatan," ujarnya.

Mengapa hanya memproduksi jamu dengan khasiat itu? Pemilik jamu dengan produk unggulan Galian Rapet dan Perkasa Lelaki itu mengatakan, dulu jarang orang yang mengetahui dan kena penyakit diabetes, kanker, dan sebagainya.

"Selain itu, jamu yang berkhasiat untuk menyembuhkan harus diuji klinis terlebih dahulu. Padahal, biayanya sangat mahal," ujarnya.

Produksi jamu Ny Moh. Sholeh hampir semua berurusan dengan hubungan pasutri. Menurut dia, jika perempuan menjaga dan merawat dirinya, maka pasangannya tidak akan meninggalkan. "Dari dalam dirawat dengan menggunakan jamu, dari luar menggunakan bedak, lulur, dan parfum, nanti basuhnya pakai sabun jamu. Kalau seperti itu, kamarku adalah surgaku," ujarnya.

Mengenai pemasaran jamu, Ny Moh. Sholeh mengaku mendapat pesanan sampai ke luar Madura. Sedangkan untuk sabun produksinya sudah merambah ke luar negeri. "Kalau sabun sampai ke Jepang, Korea, dan Taiwan. Sedangkan untuk jamunya pesanan banyak datang dari luar Madura seperti Jakarta, Kalimantan, dan daerah lainnya," ujarnya.

Rokayyah, salah seorang pembuat jamu yang bekerja pada pengusaha jamu Ny Badriyah, mengatakan, produk unggulannya adalah Galian Rapet dan Perut Kecil. Belum lama ini Ny Badriyah mendapat pesanan untuk membuat 200 kilogram jamu Perut Kecil dari Arab Saudi. "Ummi (Ny Badriyah, Red) sedang ke Surabaya. Setelah ngirim pesanan yang ke Arab, mampir di rumah anaknya di Surabaya," ujarnya.

Ditanya mengenai apa saja racikan ramuan tersebut, Rokayyah mengaku hanya Ny Badriyah yang tahu. "Saya hanya mengolah. Racikan yang dibuat Ummi. Racikannya kan rahasia," ujarnya. (rif/mat)

Suber: Jawa Pos, Senin, 29 Maret 2010

Label: , ,

Sebulan, Omzet Capai Rp 150 Juta

INDUSTRI jamu tradisional Madura ternyata tidak bisa diremehkan. Ini dibuktikan oleh generasi ketiga pemilik industri jamu di Kabupaten Sampang. Mengusung label Madura Sari dan berlokasi di Jalan Pahlawan Kelurahan Rongtengah, Kec Sampang, Madura Sari ternyata mampu menembus pasar nasional. Bahkan, dalam sebulan omzetnya bisa mencapai Rp 150 juta.

Ditemui di sebuah ruang yang diberi nama Istana Jamu pada salah satu sudut rumahnya, Nyai Hj Hayati Waladi DH menunjukkan beberapa produk jamu tradisional buatannya. Selain itu, kepada wartawan ia juga menunjukkan beberapa penghargaan serta sertifikat yang diperoleh selama melanjutkan usaha turun temurun leluhurnya.

Istri H Waladi tersebut mengatakan, butuh ratusan tahun bagi keluarganya untuk merintis dan mengembangkan usaha jamu Madura Sari. Usaha tersebut kali pertama dirintis oleh nenek sang suami, yakni Nyai Hajrah.

"Saat awal merintis, jamu yang diracik mbah itu hanya dibuat untuk keluarga yang baru melahirkan. Setelah itu menyebar dari mulut ke mulut, tetangga sekitar lalu mulai memesan jamu ke keluarga kami," ungkapnya.

Ditambahkan, perekambangan jamu tradisional miliknya itu lebih tampak ketika dilanjutkan oleh generasi kedua yakni mertuanya sendiri, Hj Alwiya Asnawi. Di bawah kendalai ibu mertuanya, jamu tradisional kelurga tersebut mampu menembus pasar lokal Kabupaten Sampang.

Dengan bakat dan keuletan yang dimiliki, Nyai Hayati yang merupakan generasi ketiga pewaris Madura Sari tidak puas jika home industri jamunya yang memroduksi 34 jenis jamu asli Madura hanya beredar di tingkat lokal. Atas bantuan beberapa pihak dan bermodal ijin Depkes RI Nomor: 06/IKOT/JATIM/97, ibu empat anak ini mulai berkeliling Nusantara mengenalkan jamu tradisionalnya.

"Saat ini saya jarang di Sampang. Sebab, saya terus mempromosikan jamu tradisional Sampang melalui pameran tingkat nasional. Bahkan, kalau mau, setiap hari pasti ada informasi dimana ada pameran. Namun saya membatasi diri. Sebab, yang meracik jamu saya sendiri. Sedangkan delapan karyawan hanya sekedar bantu-bantu," tuturnya.

Selama mengikuti pameran tingkat nasional, Nyai Hayati mengaku lebih sering menggunakan dana pribadi. Sebab, sambung dia, kegiatan pameran yang difasilitasi oleh pemerintahan daerah dananya sangat terbatas. "Kalau kegiatan pameran yang difasilitasi dinas di sini, setahun paling hanya dua kali," terang wanita yang kemarin semestinya ke Jakarta guna mengikuti pameran.

Ditanya mengenai omzet, perempuan yang sudah mempersiapkan anak ketiganya sebagai penggantinya kelak guna mengelola industri jamu tradisional mengungkapkan, dalam sebulan omzet yang dicapai sekitar Rp 150 juta. "Tapi itu masih kotor Mas," imbuhnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa harga jamu yang diproduksi masih relatif sama dengan harga jamu di luaran. "Harganya mulai dari Rp 20 ribu sampai Rp 250 ribu. Jamu paling mahal adalah jamu bersalin lengkap. Jamu tersebut terdiri dari satu paket jamu berisi lima item jamu dan tiga param harum yang bisa digunakan untuk 40 hari setelah masa bersalin," tandasnya. (fei/ed)

Sumber: Jawa Pos, Senin, 29 Maret 2010

Label: , ,

Jamu Ramuan Madura Makin Diminati

ANTARA/Arief Priyono

Jamu tradisional Madura, akhir-akhir tidak hanya diminati konsumen dari Pamekasan, melainkan juga dari kota lainnya seperti Bandung, Surabaya, Semarang dan Jakarta.

"Saya dulu membuat jamu itu hanya untuk dikonsumsi warga Pamekasan, Sumenep dan Sampang," kata penjual jamu tradisional Madura, Ny. Sumiati di Pamekasan, Minggu (1/3/2009).

Jamu yang dijual Sumiati ini merupakan racikan sendiri yang diambil dari rempah-rempah yang ada di sekitar pekarangan rumahnya. Waktu itu, Sumiati membuat jamu dengan cara meracik, dengan menggunakan alat tumbuk dari batu alam.

"Saya menjual jamu ini sejak tahun 1970-an. Mulai dari penggunaan alat yang sangat tradisional," ujar Sumiati.

Ia mengatakan, untuk menyeduh segelas jamu, nenek yang memiliki delapan orang cucu ini membutuhkan waktu yang relatif lama, yakni antara 15 hingga 20 menit."Itupun jika bahan-bahan sudah siap racik," jelasnya.

Namun, jika bahan masih dikumpulkan, maka waktu yang dibutuhkan Sumiati antara satu hingga satu setengah jam.Waktu yang sangat lama dibandingkan dengan proses pembuatan jamu saat ini.

Kini, setelah Sumiati memiliki mesin penggiling, bantuan dari pemerintah daerah, dia tidak perlu membutuhkan waktu yang sangat lama."Cukup dengan menyediakan bahan-bahan yang akan diracik. Dalam hitungan jam, saya sudah mampu mambuat racikan jamu hingga puluhan bahkan
ratusan pak jamu," katanya.

Lebih lanjut ia menyebutkan, sebagaimana jamu buatan pabrik lainnya, jamu tradisional Sumiati ini juga sudah mengantongi izin dari Departemen Kesehatan RI dengan nomor:268/IKOT/JATIM/IX/2004.

Menurut dia, sejak mengantongin izin dari Depkes RI pada tahun 2004, jamu tradisional Sumiati tak hanya dipasarkan di wilayah Kabupaten Pamekasan dan Madura pada umumnya.Tapi kini mampu menembus pasangan di luar Madura, seperti Surabaya, Semarang, Bandung dan Jakarta.

"Kalau saya ikut pameran yang digelar pemerintah, pasti banyak yang laku. Bahkan pembeli kadang memesan langsung ke Pamakesan dalam jumlah yang cukup besar," terangnya.

Jamu buatan Sumiati ini sangat manjur untuk meningkatkan stamina tubuh. "Yang paling laris itu biasanya jamu kuat lelaki, galian rapet dan galian singset untuk kaum perempuan," katanya.

Meski sudah banyak didatangi pembeli, tapi istri pengrajin sablon Imam Suhairi ini setiap harinya tetap berjualan jamu di pasar tradisional Gurem, Desa Teja, Kecamatan Kota, Pamekasan, tempat semula berjualan jamu.

"Kasihan para pelanggan pasar yang sudah biasa minum jamu ke saya itu. Tiap hari saya mesti berjualan disana meskipun pembeli sudah banyak yang datang ke rumah secara langsung," kata Sumiati menjelaskan. (Ant/OL-02)

Sumber: Media Indonesia, Minggu, 01 Maret 2009

Label: , ,

JAMU MADURA KIAN DIKENAL MANCANEGARA

Ramuan Madura makin digemari di mancanegara. Di negeri Belanda, Bangkok, Taiwan, dan Turki, misalnya, jamu dari Pulau Garam itu sangat laris. Mengapa mereka tertarik pada ramuan Madura? Berikut penuturan suami istri Wahyudi-Rosiana yang berpengalaman memasarkan jamu warisan nenek moyangnya di beberapa negara itu.

Jamu Madura punya sejumlah nama dengan khasiat yang berbeda-beda. Dari sekian nama itu, menurut Ny Ana - panggilan Rosiana -, jamu Tongkat Asli Madura sangat laris di Bangkok. Jamu buatan Joko Tole ini dipromosikan bisa membersihkan alat khusus kewanitaan dengan membunuh beragam bakteri yang biasa ngendon di alat rahasia wanita ini.

Bahkan, jamu ini juga dipercaya bisa menghilangkan keputihan dalam sekejap - hanya lima menit -, mengeringkan, dan mengembalikan keperawanan wanita. Bukan mengembalikan keperawanan dalam arti biologis. "Tapi, pada rasa. Pengusaha Bangkok yang menjadi mitra kami itu memesan 100 ribu buah per bulannya. Tapi, kami baru bisa memenuhi separonya," kata Wahyudi yang kemarin didampingi istrinya, Ny Ana.

Tak hanya Bangkok yang gandrung produk Joko Tole ini. Belanda, Turki, Taiwan, dan Hongkong pun menggandrunginya. Bahkan, produk Joko Tole bisa dibeli di Toko Java Amsterdam, Belanda. Tepatnya di Burg V. Leewenlaan 34, 1064 KT, Amsterdam-Slotermeer.

Yang menarik, kata Ny Ana, saat mereka diajak pameran di Turki awal September lalu. Di negeri ini, jamu-jamunya - khususnya jamu keperkasaan lelaki dan jamu-jamu kewanitaan - laris bak kacang goreng.

"Bahkan, waktu di Turki itu ada yang memborong jamu-jamu saya. Katanya untuk dijual lagi. Sayangnya, kami kesulitan berbahasa Turki sehingga transaksi lebih lanjut sulit kami lakukan. Tapi, di sana kami dibantu Jawa Pos juga lho. Sebab, Pak Ramadan Pohan (wartawan Jawa Posyang ngepos di Bulgaria dan sering ditugaskan ke Turki, Red), banyak membantu kami menerjemahkan keinginan dan pertanyaan para pengunjung pameran," katanya.

Selain "tongkat madura", produk Joko Tole yang juga laris khusus untuk wanita adalah jamu Sari Rapet Legit Madura, Empot-Empot Sepet Madura. Sedangkan, jamu kaum Adam, kata Ny Ana, yang paling laris adalah jamu Perkasa Lelaki Ma'jun dan Kopi Keramat. "Kopi Keramat ini jamu rasa kopi. Khasiatnya, selain untuk keperkasaan, untuk kesehatan karena jamu ini bisa mengusir masuk angin dan sebagainya," jelasnya.

Brand name ramuan Madura, kata Gubernur Basofi Soedirman, memang sudah diakui. Bahkan, banyak beredar guyonan khas di seputar jejamuan Madura ini. Untuk mengibaratkan manjurnya "tongkat madura", ada anekdot yang mengatakan, bila benda inikecemplung sumur, sumurnya akan kering seketika.

Basofi juga punya anekdot lain yang tak kalah mengundang senyum simpul, tentang ramuan Madura ini. Suatu ketika, kata Basofi, ada seorang jurkam yang ingin mencoba khasiat jamu Madura. Maka, dia minum Sari Rapet sebelum naik panggung. Tetapi, ketika waktunya kampanye, si jurkam tak bisa membuka mulut sama sekali. "Selidik punya selidik, ternyata jamu itu dimut dulu sebelum ditelan. Akibatnya, mulutnya ikut rapet. Inilah kehebatan ramuan Madura," katanya di Grahadi, dalam suatu acara. Tentu saja, guyonan Basofi ini mengundang gelak tawa hadirin. (zkarnain.tripod.com/rmb)

Sumber: Media Indonesia, 19/09/208

Label: , ,

Madura "Surganya" Lelaki

Pulau Madura, selain terkenal dengan karapan sapi dan pedagang satenya juga dikenal sebagai "surganya" pria. Pulau yang masuk dalam wilayah Provinsi Jawa Timur ini memiliki resep tradisional yang sangat ampuh untuk urusan ranjang.

Sudah sejak lama jamu-jamuan ramuan Madura dipercaya mampu membuat kualitas/kemampuan hubungan intim menjadi lebih hot, lebih sehat dan bergairah. Ramuan bukan hanya untuk kau adam semata. Malah, ramuan untuk kaum hawa lebih komplit.

Pernah mendengar jamu Tongkat Madura? Ini adalah salah satu ramuan yang sangat terkenal hingga mancanegara. Ramuan ini mampu menghadirkan sensasi tersendiri bagi pria yang berhubungan intim dengan wanita yang rajin mengonsumsinya. Selain membuat lebih rapet, ramuan leluhur ini juga mampu meningkatkan kualitas fungsi seksual. Yang lain ada rapet wangi, empot-empot dan sabun perempuan.

Mengkonsumsi ramuan tradisional, selain mampu meningkatkan kebugaran seksual juga bebas dari bahan kimia. Berikut ramuan Madura untuk kaum hama yang legendaris itu.

Tongkat Madura

Ramuan ini memiliki khasiat yang baik bagi organ intim perempuan. Tongkat Madura ini adalah sebuah ramuan tradisional yang berbentuk stick. Dibuat dari bahan-bahan akar tumbuhan terpilih. Ramuan ini telah dipakai oleh kalangan perempuan Madura sejak ratusan tahun yang lalu.

Bermanfaat untuk menguatkan otot kewanitaan, menghilangkan keputihan, dan merapatkan organ intim. Tongkat Madura ini juga dapat menghilangkan bau yang tak sedap pada organ kewanitaan, mengurangi lendir berlebih dan membuat otot kewanitaan semakin ketat.

Empot-Empot

Jamu tradisional Madura yang satu ini tentu sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Ramuan ini bermanfaat untuk merapatkan organ kewanitaan, dan dapat menimbulkan denyut-denyut istimewa dari organ intim perempuan.

Selain itu juga, dapat mengurangi lendir yang berlebihan. Akan sangat baik jika diminum dan dikombinasikan dengan Jamu Rapet Wangi.

Rapet Wangi

Hampir mirip dengan khasiat Jamu Empot-Empot. Jamu tradisional khas Madura yang satu ini bermanfaat untuk merapatkan organ kewanitaan, mengurangi lendir yang berlebihan dan menghilangkan keputihan. Bedanya, jamu Rapet Wangi ini dapat membuat organ intim perempuan menebarkan bau wangi. Inilah kelebihan dari jamu Rapet Wangi.

Nah, jika Anda merasa penasaran untuk mencobanya, ramuan-ramuan Madura ini bisa Anda dapatkan di mana saja, di toko-toko obat ataupun toko-toko jamu di kota Anda. Rasakan manfaat dan khasiat ramuan asli tanah air ini untuk kualitas fungsi seksual Anda. Jaga dan rawatlah organ intim Anda itu demi kebersihan dan kesehatan diri. Buatlah pasangan lelaki anda selalu bahagia berada di samping anda. (kpl/berbagai sumber/rsd)

Sumber: KapanLagi.com, Senin, 30 Juni 2008

Label: , ,

Antara Mitos dan Khasiat

Oleh: Agnes Swetta Pandia

Jamu Madura tersohor khasiatnya. Jamu madura tidak hanya mampu menyembuhkan berbagai penyakit, tetapi juga berkhasiat untuk meningkatkan vitalitas kaum pria. Industri jamu di Pulau Madura itu umumnya di rumah penduduk.

Tidak seluruh bahan bakunya adalah hasil tanaman di Pulau Madura, tetapi justru dari daerah lain. Pelaku usaha rumahan yang khusus membuat jamu biasanya membeli bahan baku jamu di pedagang di Surabaya.

Hal ini seperti diungkapkan Abdullah Alkaf (33), yang mengembangkan usaha pembuatan jamu di rumahnya di Kabupaten Pamekasan. Selain jamu siap minum, pengusaha jamu umumnya juga menjual bahan baku. Biasanya konsumen membeli paket bahan baku jamu untuk satu jenis penyakit.

Hampir setiap malam di tempat usaha mengolah jamu sekaligus sebagai toko, Abdullah menyediakan jamu siap minum. "Banyak pelanggan pada sore hari datang ke warung ini untuk minum jamu.

Mereka tinggal menyebut jamu untuk mengurangi rasa lelah atau sesuai dengan penyakit. Saya langsung menyeduhnya," kata ayah dari dua anak ini.

Cabai Jamu

Salah satu bahan baku jamu yang murni dari Madura adalah cabai jamu. Komoditas ini memiliki prospek cerah karena permintaan pasar terus meningkat. Cabai jamu memiliki banyak khasiat, baik untuk perawatan kecantikan maupun kesehatan. "Bukan hanya pengusaha jamu kelas rumahan yang butuh cabai jamu, tetapi juga pabrik jamu dan obat," katanya.

Menurut Moya (40), cabai jamu memiliki nilai ekonomis tinggi karena harga jual dan kemampuan produksinya cukup tinggi. Proses pembudidayaannya sangat mudah dan tidak membutuhkan waktu lama untuk memetik hasilnya.

Proses panennya sangat cepat. Dalam setahun, petani bisa memetik buahnya minimal dua kali.

Pengembangan areal cabai jamu setiap tahun semakin bertambah, terbukti arealnya telah merambah ke beberapa kecamatan.

Menurut Moya, yang paling digemari konsumen adalah jamu rapat ayu dan jamu sehat, yang memang sudah dipatenkan perusahaan tempat dia bekerja. "Sekarang berbagai penyakit diobati dengan minum jamu.

Setiap hari konsumen berjubel membeli bahan baku atau jamu yang sudah siap dikonsumsi," kata Moya.

Bahan baku jamu yang tersedia di perusahaan tersebut sedikitnya 100 jenis, mulai akar pohon, kulit pohon, daun, biji-bijian, sampai rempah-rempah. "Kami tidak hanya menyediakan bahan baku, tetapi juga mengolah dan mengemas jamu untuk dijual di kios atau toko obat," kata Ina (25).

Konsumen biasanya membeli bahan baku dalam jumlah besar. Ada juga konsumen yang membeli jamu siap seduh. "Hampir setiap hari kami menggiling bahan baku jamu karena permintaan akan jamu terus meningkat, terutama untuk mengurangi asam urat, kolesterol, dan diabetes," ujar Ina.

Menurut Abdullah Alkaf, khasiat Jamu Madura tidak perlu diragukan sebab jumlah peminatnya terus bertambah seiring dengan semakin beragamnya penyakit. Jamu Madura memang unggul dalam peningkatan vitalitas bagi kaum pria maupun perempuan.

Bukan hanya mitos, Jamu Madura benar-benar berkhasiat menyembuhkan beragam penyakit. Industri jamu yang pemrosesannya di rumah umumnya juga sudah berupaya mendapatkan sertifikasi dari dinas kesehatan sehingga produknya benar-benar aman dikonsumsi.

Sumber: kompas.com Rabu, 28 Mei 2008

Label: , ,