Unggulkan Jamu Pembangkit Seksual

DARI 34 produk jamu yang diracik Nyai Hj Hayati, sampai saat ini jamu yang menjadi produk unggulan adalah jamu yang memiliki manfaat untuk meningkatkan aktivitas seksual. Diantaranya, jamu Empot-Empotan atau Legit Madura, Jamu Galian Rapet Wangi, dan jamu Ma'jun Super.

Ketiga jamu tersebut diakui oleh sang peracik sebagai produk andalan. Nyai Hayati mengatakan, sebelumnya produk andalannya hanya jamu Empot-Empotan dan Galian Rapet Wangi. Belakangan, jamu Ma'jun Super ditetapkan sebagai jamu andalan. "Ma'jun Super ini adalah jamu paketan untuk pasangan suami istri," terangnya saat ditemui di kediamannya, Jalan Pahlawan.

Dijelaskan, Empot-Empotan atau Legit Madura adalah jamu yang bermanfaat untuk mengembalikan masa keperawanan dan mengesatkan peranakan. Sehingga, dapat menambah keharmonisan rumah tangga. Disamping itu, menurut sang peracik, dapat memadatkan tubuh dan menghilangkan keputihan di bagian kewanitaan.

Sementara Galian Rapet Wangi, diklaim bisa memberi kepuasan hubungan suami istri. "Jamu ini juga berfungsi untuk menyerap dan menghilangkan bau badan agar tetap awet muda, rapet, dan langsing," jelas Hayati yang handal mengendarai sepeda motor ini.

Tidak hanya menjadi andalan, jamu tradisional Madura yang diracik Nyai Hayati juga didominasi oleh jamu-jamu yang bermanfaat untuk hubungan seksual. Selain tiga jamu unggulan tersebut, masih ada Sembilan jamu yang hampir memiliki manfaat yang sama. Seperti jamu Sehat dan Kuat untuk Menambah Stamina Lelaki, jamu Sehat Lelaki, Jamu Penyubur, Godakan Rapet Wangi, Tongkat Madura, Jantan Super Capsul, Pancuran Nikmat, Sabun Kesed, dan Serbuk Wasiat Untuk Wanita.

Sementara produk lainnya berupa jamu untuk kecantikan dan kesehatan. Untuk kecantikan, misalnya Galian Singset, Cebokan Madura Sari dan lain sebagainya. Sedangkan untuk kesehatan, pewaris kekayaan tradisi Madura ini juga memproduksi jamu Kencing Manis, Pegal Linu, Pembersih Darah, Lancar Darah, Darah Tinggi, serta jamu untuk kesehatan lainnya.

Ditanya mengenai pembuatan jamunya, Nyai Hayati mengatakan pihaknya tidak memiliki agenda khusus pembuatan jamu. Melainkan, sambung dia, hanya disesuaikan dengan kebutuhan pasar. "Kalau pesanan salah satu produk meningkat, maka pembuatan produk tertentu juga ditingkatkan," paparnya.

Nyai Hayati mengatakan, untuk menjaga kualitas jamu racikannya, dirinya tidak pernah memberikan tanggung jawab untuk meracik kepada orang lain. "Untuk meracik saya lakukan sendiri. Tidak boleh dilakukan oleh siapapun. Tugas delapan karyawan saya sifatnya hanya membantu-bantu saja," pungkasnya. (fei/ed)

Sumber: Jawa Pos, Senin, 29 Maret 2010

Label: , ,

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

Link ke posting ini:

Buat sebuah Link

<< Beranda