Mencicipi Citarasa Unik Kripik Paru Khas Madura

Daging paru sapi tak hanya dikenal sebagai salah satu lauk favorit yang banyak disajikan rumah makan Padang. Di Pamekasan, Madura, Jawa Timur, daging paru sapi bisa diolah menjadi kripik bercita rasa unik.

Kripik paru sapi tak hanya bisa dijadikan teman makan siang. Kripik paru bisa pula disajikan menjadi camilan unik untuk menjamu tamu. Meski harganya relative mahal, tapi kripik paru tetap diburu konsumen.

Harga kripik paru tanpa tepung Rp 300 ribu per kilonya. Sedangkan kripik paru bercampur tepung dilepas Rp 250 ribu per kilonya.

Syarifah (64) yang tinggal di Jalan Jagalan, tercatat sebagai pembuat kripik paru yang pertama di Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Pada tahun 1970-an, Syarifah yang baru menikah itu, mengawali membuka usaha pengolahan kripik paru. Awalnya untuk membantu suami dalam menghidupi keluarganya. Perlahan tapi pasti, usaha kripik paru menjadi tumpuan biaya pendidikan 5 orang anaknya. Kini, anak-anak Syarifah telah berkeluarga dan hidup mapan.

Sebelum menggoreng kripik paru, Syarifag mengawali dengan mengiris daging paru. Dengan pisau tajam, Syarifah mampu mengiris paru setebal 2 mili. Irisan daging paru ini, dibentangkan diatas sejarit bambu lalu dijemur selama 8 jam.

Saban hari, Syarifah sedikitnya mengolah 30 kg daging paru basah menjadi bahan baku kripik paru mentah. Satu kilo daging paru dibelinya Rp 30 ribu di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) atau dikenal dengan sebutan jagalan. Berutung jarak rumah Syarifah hanya 100 meter dari RPH.

Usai menjemur irisan daging paru, Syarifah melanjutkan menggoreng kripik paru yang telah kering dijemur kemarin. Agar nikmat, Syarifah memberi bumbu garam plus bawang putih ke dalam minyak penggorengan.

Sebelum digoreng, Syarifah memotong-motong lembaran irisan daging paru kering dengan gunting tajam. Potongan seukuran kripik tempe. Dalam sehari, Syarifah mampu menggoreng 10 kilo paru kering.

Ada dua pilihan kripik paru buatan Syarifah. Kripik paru tanpa tepung dan kripik paru plus polesan tepung bumbu. Nah. Kini kripik paru buatan Syarifah siap dikonsumsi.

Rasanya unik. Apalagi jika dibuat camilan teman minum kopi. Ach, dahsyat rasanya. Apalagi kripik paru ini tanpa bahan pengawet. Rasanya alami dan tahan disimpan sampai sepekan. (Arif Purbadi

Sumber: tv.kompas.com, 22/03/09

Label: , ,

0 Komentar:

Poskan Komentar

Berlangganan Poskan Komentar [Atom]

Link ke posting ini:

Buat sebuah Link

<< Beranda