Dokter Gadungan Melarikan Diri Ke Luar Madura

Sunabariyah, 35, warga Dusun Gunung Togel, Desa Basoka, Kecamatan Rubaru, pasien korban 'dokter' Parto,45, warga Desa Lenteng Barat, Kecamatan Lenteng kondisinya semakin kritis. Luka bekas operasi di tubuh korban kini mulai membusuk.

Luka yang mengalami infeksi itu terutama luka melintang sepanjang 10 cm di perut dan jahitan di kemaluan korban terus mengeluarkan nanah dan tubuhnya demam. Bahkan kulit di sekitar luka operasi terkelupas dan membusuk serta mengeluarkan bau tak sedap.

”Korban telah ditangani tim khusus dari dokter RSD Dr Moh Anwar, agar infeksi yang dideritanya dapat tertangani. Tapi masih belum menunjukkan perkembangan yang lebih baik,” ujar dr Dzulkifli Mahmud, Direktur RSD Dr Moh Anwar Sumenep, Kamis (26/2).

Menurut Dzulkifli, hasil analisa tim dokter, pasien memerlukan penanganan medis lebih intensif. Sehingga rumah sakit membutuhkan penanganan lebih khusus lagi dari dokter sub spesialis. Selama ini pasien telah ditangani tim khusus yang terdiri dari dokter bedah, kandungan dan patologi klinik.

”Karena lukanya terus membusuk, maka tim dokter RSU Dr Moh Anwar Sumenep masih membutuhkan alat yang lebih canggih. Diprediksi, pasien akan sembuh bilamana dioperasi lanjutan,” jelasnya.

Ditambahkan, jika penanganan yang dilakukan tim dokter RSD Dr Moh Anwar tidak membuahkan hasil, pihaknya berjanji akan merujuk pasien ke RSU Dr Soetomo, Surabaya. ”Kami masih akan rembukkan lagi dengan keluarganya, karena ini menyangkut biaya,” tambahnya.

Moh Jufri,41, paman korban yang juga warga Dusun Gunung Togel, Desa Basoka, Kecamatan Rubaru, berharap tim dokter RSD Dr Moh Anwar dapat memulihkan kembali kesehatan Sunabariyah. “Korban tidak memiliki biaya untuk berobat ke Surabaya. Kami berharap tim dokter bisa menyembuhkan keponakan kami,” ujarnya.

Jufri juga meminta pihak kepolisian segera menangkap pelaku dokter gadungan yang meresahkan masyarakat. Selama ini 'dokter' Parto mengaku mantan dokter yang bertugas di Rumah Sakit Umum (RSU) Pamekasan.

Sementara polisi yang telah menyanggong rumah tersangka masih belum mampu menangkap 'dokter' Parto. Informasi tetangganya, pelaku diduga keburu kabur setelah mengetahui perbuatannya dilaporkan polisi. ”Kabarnya dia melarikan diri ke Kalimantan,” ungkap tetangganya.

Seperti diberitakan Surya sebelumnya, pada awal Februari 2009 lalu Sunabariyah berobat ke 'dokter' Parto. Korban mengeluh selalu ingin kencing dan perutnya terus-menerus terasa mules setelah melahirkan anak pertamanya.

Menurut 'dokter' Parto, dia disarankan untuk operasi dengan memakai ilmu tenaga dalam dan hesib. Karena ingin sembuh, maka perut dan kemaluan korban dioperasi kemudian dijahit dengan menggunakan benang jahit baju. Akibatnya, korban bukannya sembuh, tapi luka di perut dan kemaluan mengalami infeksi. (st2)

Sumber: Surya, Jumat, 27 Februari 2009

0 Komentar:

Poskan Komentar

Berlangganan Poskan Komentar [Atom]

Link ke posting ini:

Buat sebuah Link

<< Beranda