Perseba Lolos ke Divisi II

Prestasi hebat dipersembahkan para pemain sepak bola Bangkalan. Setelah sukses memboyong Piala Soeratin di Liga Remaja U-18, Perseba Bangkalan juga berhak naik kasta ke Divisi II tahun depan. Tiket itu mereka raih setelah dalam laga Kompetisi Divisi III Babak II-B Wilayah Jawa Grup F mengalahkan PSJS Jakarta Selatan 3-0 (2-0) di Stadion Bangkalan kemarin sore (26/12).

Dengan torehan poin sembilan, Perseba menjadi tim pertama yang meraih tiket ke Divisi II dari grup F. Satu tiket sisa diperebutkan antara Persenga Nganjuk dan Protaba Bantul yang akan bentrok sore nanti. "Ini prestasi luar biasa. Tahun depan Perseba akan berlaga pada kompetisi Divisi II. Target kami pada 2009 ini akhirnya tercapai," kata Imron Abd Fattah, ketua Pengcab PSSI Bangkalan.

Sukses Perseba menembus Divisi II kemarin memang berkat perjuangan keras Bagas Novianto dkk. Sejak peluit kickoff dibunyikan wasit Musaffak, anak-anak Laskar Suramadu langsung mengambil alih serangan. Beberapa kali peluang emas diperoleh pemain Perseba di awal babak pertama. Namun, gol pertama baru tercipta pada menit ke-14 melalui gol bunuh diri stopper PSJS Hendy. Sebelum turun minum, striker andalan Perseba Romadona mampu memperbesar keunggulan menjadi 2-0 melalui tendangan keras kaki kanannya.

Di babak II, Perseba kembali menambah gol kemenangan melalui kaki Sucipto pada menit ke-73. Pemain yang dikenal dengan lari kencangnya itu mampu menuntaskan umpan daerah yang diberikan Romadona guna menaklukkan kiper PSJS Burhanuddin. Hingga peluit panjang berbunyi, skor 3-0 tetap bertahan. "Sebelum laga dimulai, anak-anak bertekad tampil habis-habisan. Sebab, laga ini sangat penting guna membawa kami ke kasta yang lebih tinggi, yakni Divisi II. Keberhasilan kami naik kasta juga berkat kerja keras elemen bola di Bangkalan," ujar Yusuf Money, pelatih Perseba.

Kemenangan 3-0 itu disambut histeria pendukung Perseba yang hadir di Stadion Bangkalan. Para pemain dan ofisial berhamburan ke tengah lapangan merayakan kesuksesan mereka. Ratusan Kacongmania -suporter Perseba- yang memadati tribun Stadion Bangkalan juga terus bersorak merayakan keberhasilan Perseba promosi tahun depan. (ale/ed/jpnn/ko)

Sumber: Jawa Pos, Minggu, 27 Desember 2009

Label: , ,

Perseba Bangkalan Kampiun

Perseba Bangkalan menahbiskan diri sebagai kampiun Liga Remaja Nasional U-18. Dalam laga final di Gelora Delta Sidoarjo kemarin sore (22/12), mereka mengalahkan tim sesama Jatim Persema Malang dengan skor 2-1 (1-0). Dengan kemenangan tersebut, Jawa Timur menunjukkan dominasinya di pentas Liga Remaja nasional sejak 2006.

Selain itu, kemenangan Perseba tersebut kian memantapkan pembinaan kelompok umur di Jatim di kompetisi nasional. Sebelumnya, tim U-15 Jatim juga menjuarai kompetisi nasional Piala Medco.

Pada pertandingan final kemarin, Perseba dan Persema tampil ngotot sejak menit pertama. Baru lima menit pertandingan berjalan, pemain Persema Leo Andi Ardiles sudah mengancam gawang Perseba lewat tendangan kerasnya dari luar kotak penalti. Beruntung penjaga gawang Perseba Renantha berhasil menyergap bola.

Tak mau kalah, Rafsanjani dkk juga beberapa kali mengancam gawang Persema yang dikawal Abdus Syukur.

Serangan cepat melalui sayap yang dibangun tim kebanggaan kota Bangkalan itu akhirnya membuahkan gol pada menit ke-20. Umpan terarah M.Arsyad dari sisi kiri pertahanan Persema disambar dengan cepat oleh Imam Baihaqi. Sontekan keras kaki kanannya membuat Perseba unggul 1-0. Gol tersebut ternyata membuat mental Persema jatuh. Hingga babak pertama berakhir, Persema tak sekalipun lagi mengancam lini pertahanan Laskar Suramadu Muda. Serangan Leo Andi Ardiles dkk selalu kandas di lini tengah Perseba.

Di babak kedua, Perseba makin gencar melakukan serangan. Pada menit ke-48, Kiki -sapaan Imam Baihaqi- membuat Kacongmania -julukan suporter Perseba- berteriak kegirangan. Lewat tendangan bebas yang cantik, Kiki berhasil mencetak gol kedua.

Setelah unggul dua gol, Perseba makin meningkatkan serangan. Persema hanya mampu bertahan sambil sesekali melakukan serangan balik. Gol hiburan bagi Persema lahir pada menit ke-88 oleh Muhammad Kholil. Gol ini tercipta kala pemain Perseba terlalu asyik menyerang hingga melupakan pertahanan mereka.

Para pemain Perseba berlari kegirangan ke pinggir lapangan saat peluit tanda berakhirnya pertandingan ditiup wasit Kelik Purwanto. Mereka berebut memeluk pelatih Avip Subarkah dan manajer Ram Halili. "Luar biasa. Kerja keras anak-anak selama satu tahun kemarin terbayar lunas," ungkap Avip Subarkah.

Mantan stopper Assyabaab Salim Grup Surabaya itu menginstruksi anak didiknya untuk melakukan pressing ketat dan permainan cepat. "Saya tahu Persema kelelahan setelah mengalahkan Bandung (Persib) lewat adu penalti semalam (21/12)," paparnya.

Manajer Perseba Ram Halili menyatakan gelar juara ini dipersembahkan untuk seluruh warga Bangkalan.

Pelatih Persema Edy Sutrisno secara sportif mengakui kekalahan timnya. "Anak-anak Bangkalan menampilkan permainan yang luar biasa," ungkapnya tulus.

Manajer Persema Titis Shinta Dewi pun mengacungkan jempol untuk semangat ditunjukkan para pemain Malang. "Meski lelah dan masa istirahat kurang, anak-anak mampu memberikan perlawanan," kata dosen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang tersebut.

Ketua Komite Kompetisi PSSI H Soebardi merasa berbangga dengan kemenangan Perseba Bangkalan. "Ini menandakan bahwa pusat persepakbolaan Indonesia bukan hanya di Jakarta, Surabaya, Malang. Jadi, mulai saat ini Bangkalan harus dicatat sebagai salah satu daerah berpotensi," ujar pria asal Jogja itu. (dra/ko)

Sumber: Jawa Pos, Rabu, 23 Desember 2009

Label: , , ,