Lombang Terancam Terisolir

Warga menutup jalan masuk Pantai Lombang di Sumenep, Madura

Polsek Minta Pemkab Tegas

Wisata Pantai Lombang di Kec Batang Batang, Sumenep, terancam terisolir. Sebab, beberapa pemilik tanah yang tidak terlibat dalam sengketa tanah mengancam akan menutup jalan akses menuju pantai.

Sebelumnya, pemilik tanah lainnya memang menutup beberapa titik di jalan akses dengan batu. Mereka berupaya agar pemkab tidak berpangku tangan dengan adanya dugaan pungutan liar (pungli )maupun pemangkasan pohon cemara.

Masdawi, salah seorang warga Desa Lombang, mengatakan, tanah di beberapa jalan akses akan diisolasi. Pemilik tanah tidak hanya terfokus pada jalan akses utama, tapi di beberapa jalan menuju pantai juga akan ditutup.

"Sebenarnya adanya wisata Lombang itu kan merupakan berkah tersendiri bagi penduduk sekitar. Tapi, kalau penggugat seenaknya menguasai pantai dan pemerintah juga tidak bereaksi, kami akan mengisolasi Lombang," katanya kepada koran ini kemarin (22/11).

Menurut dia, pemilik lahan yang sudah bersertifikat di beberapa titik pantai itu tidak hanya akan menggertak. Terbukti, mereka sudah mulai menutup jalan akses dengan batu gunung maupun bata.

"Kali pertama kami menutup sekitar empat truk, tapi pengunjung masih bisa masuk. Beberapa hari kemudian kami tambah. Dan, sekarang pengunjung dipastikan hanya bisa berjalan kaki," jelasnya.

Sementara Kapolres Sumenep AKBP Pri Hartono Eling Lelakon melalui Kapolsek Batang Batang AKP Mukit mengatakan, langkah awal kepolisian hanya sebatas koordinasi dengan kedua belah pihak. "Kepada penggugat kami minta agar pohon cemara tidak dipotong karena masih status banding," katanya.

Sementara kepada pemkab melalui disbudparpora, diharapkan lebih tegas. Menurut Mukit, hingga sekarang polisi belum menerima laporan secara resmi terkait dengan tindak lanjut penanganan di wilayah sengketa.

Bagaimana teknis pengamanan Lombang? Mukit mengatakan, pengamanan di Pantai Lombang dengan pemantauan. Sedikitnya dua personel polisi setiap hari aktif patroli ke Lombang. "Terus kami pantau. Ini untuk mencegah agar kami tidak kecolongan," jelasnya. (uji/zid)

Sumber: Jawa Pos, Senin, 23 November 2009

Label: ,

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

Link ke posting ini:

Buat sebuah Link

<< Beranda