Buah Naga Tembus Manca Negara

foto: nen/zonaberita.com
Muhlis dan putrinya saat memetik buah naga
Budidaya buah naga yang dilakukan Muhlis Hidayat, warga Desa Rombasan, Kecamatan Prenduan, Kabupaten Sumenep, Madura, lima tahun silam tak sia-sia. Kini hasil panennya tembus hingga mancanegara.

Muhlis, mulai melakukan budidaya buah naga di atas tanah seluas 2 hektar, sejak tahun 2006. Kala itu ia menanam 200 cagak ( batang ) dengan modal awal sebesar Rp 46 juta rupiah.

“Awalnya coba-coba, ternyata enam bulan berjalan budidaya buah naga berhasil,” kata Muhlis pada zonaberita.com, Senin (24/1/2011).

Setelah berhasil memanen buah naga, kali pertama Muhlis mencoba memasarkan di pinggir jalan dengan mengangkat pekerja. Kini pemasaran buah naganya sampai ke manca negara, Taiwan dan China. “Tiap bulan dua negara itu minta dikirim 20 ton buah naga,” jelasnya.

Omzet yang di dapat dari budidaya buah naga, sudah mencapai ratusan juta rupiah. Per sekali musim selama sepuluh kali panen, Muhlis biasanya mendapatkan keuntungan Rp 200 juta hingga 300 juta rupiah. Dengan harga Rp 20.000 per kilogramnya. (nen/isp)

Sumber: ZonaBerita, 24 Januari 2011

Label: , , , ,

Pamekasan Garap Agrowisata

Pamekasan menggarap proyek Taman Agrowisata sejak April lalu dan diperkirakan pada Agustus sudah panen. Lahannya seluas 2,1 ha di Desa Kelampar Kecamatan Proppo. Total anggarannya Rp 100 juta

Kepala Dinas Pertanian Pamekasan, Ir Isye Windarti, mengatakan, tanah yang digunakan untuk Taman Agrowisata semuanya tanah kas desa. “Jika tak ada kendala, pada Agustus tahun ini sudah mulai panen dan bisa dinikmati masyarakat,” kata Isye, Sabtu (6/6).

Ide proyek ini dari Wakil Bupati Pamekasan Drs Kadarisman Sastrodiwirjo MSi. Wabup meminta Dinas Pertanian membuat Taman Agrowisata seperti di Lumajang yang dinilai bagus. Selain bisa memenuhi kebutuhan rekreasi masyarakat, juga bisa dimanfaatkan sebagai sarana belanja.

Berbagai tanaman yang akan dikembangkan antara lain bayam seluas, kangkung, tomat, terong, lombok besar, lombok kecil, mentimun, kacang panjang, pepaya, kacang tanah, jagung hibrida, dan ubi kayu. Infrastruktur menuju lokasi sudah lengkap, antara lain pengaspalan jalan dan lampu penerang.

Isye mengatakan, ini merupakan proyek percontohan dan pertama kali di Madura. “Di lokasi akan dipersiapkan tempat penjualan semua komoditas, namun tidak menutup kemungkinan pembeli memetik langsung. Kami mempersiapkan segala bentuk permintan dan keinginan pengunjung,” katanya. (mas)

Sumber: Surabaya Post, Minggu, 7 Juni 2009

Label: , ,

Usul Durian Jadi Agrowisata

SIAPA yang meragukan potensi buah durian di Kecamatan Pegantenan? Tentu saja, tidak seorang pun meragukannya. Begitu juga Ketua Komisi B DPRD Pamekasan Ismail A. Rahim. Apa dan bagaimana pandangannya dalam upaya pengembangan potensi durian, berikut petikan wawancaranya.

Bagaimana Anda melihat potensi durian di Kecamatan Pegantenan?

BUAH durian asal Kecamatan Pegantenan cukup potensial untuk dikembangkan. Sebab, selain jumlahnya sangat banyak, kualitasnya cukup bagus. Makanya, kalau dikembangkan lebih jauh kami yakin akan lebih berkembang lagi.

Apa yang bisa dikembangkan dari potensi durian tersebut?

Menurut hemat saya, salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk pengembangan buah durian di Kecamatan Pegantenan dengan menjadikannya sebagai kawasan agrowisata. Tentu saja, itu membutuhkan investasi lumayan besar. Namun, kalau digarap kami, optimistis potensi buah durian itu akan semakin mendatangkan rupiah.

Terus, apa yang harus dilakukan pemkab dalam hal ini?

Untuk itulah, saya usul agar beberapa wilayah di Kecamatan Pegantenan yang menghasilkan durian dibuatkan semacam zona khusus. Selanjutnya, zona khusus tersebut dibina lebih jauh oleh pihak terkait.

Bagaimana dengan sarana penunjangnya?

Setelah potensinya semakin berkembang, pemkab harus membangun sarana dan prasarananya. Kalau sudah ada zona khusus durian dan sarananya lengkap, sudah tidak sulit lagi untuk mendatangkan pembeli ke Pegantenan. Misalnya, pembeli bisa memetik durian sendiri seperti wisata apel di Malang. Ini kan bagus, saya kira perlu dipertimbangkan. (akhmadi yasid)

Sumber: Jawa Pos, Senin, 09 Februari 2009

Label: , ,