Sepuluh Kesenian Terancam Punah

Pemkab dan masyarakat pemerhati seni tradisi perlu mawas diri. Pasalnya, 10 kesenian tradisional Sampang terancam punah. Penyebabnya antara lain pergeseran zaman dan minimnya regenerasi.

Di antara 10 kesenian yang kini menjadi binaan Subdin Kebudayaan Dinas P dan K Sampang adalah saronen, ghumbek, macopat. Juga beberapa seni lainnya yang sudah lama ditinggalkan empunya dibina agar tidak punah.

"Sepuluh kesenian tersebut sengaja kita bidik, karena hampir semua daerah yang identik sebagai pemilik kesenian tersebut kehilangan kader," terang Plt Kepala Dinas P dan K Heri Purnomo melalui Kepala Subdin Kebudayaan R Andry Prawita.

Selain mengakui minimnya regenerasi, Andry juga menilai para tetua yang mengetahui persis kesenian tersebut perlahan sudah meninggal dunia. "Kita sangat kesulitan mengembangkan seni-seni tertentu, karena para tetua yang selama ini turut melestarikan sudah tiada tanpa melakukan regenerasi," terangnya.

Hanya, hingga kini subdin kebudayaan belum menginventarisasi dan memberikan hak paten terhadap sejumlah kesenian yang dimiliki Sampang. Andry khawatir terjadi pengakuan oleh kabupaten lainnya.

"Hingga kini kami memang belum memberikan hak paten dan memiliki website untuk menginventarisasi semua kesenian yang ada di Sampang. Kelemahannya bisa saja kesenian itu diklaim kabupaten lainnya," tegasnya.

Meski demikian, pihaknya kini tengah mengupayakan beberapa kesenian yang berpotensi untuk terus dilestarikan, meski terjadi pergeseran zaman. Salah satunya adalah musik Daul Combo yang kini tren di masyarakat dan rawan diincar kabupaten lain untuk dijiplak.

"Kita sudah bentuk paguyupan untuk musik tersebut. Daul Combo hampir dimiliki semua kebupaten di Madura, Tapi yang pasti, daul combo adalah musik khas masyarakat Sampang," tandas Andry. (ri/mat)

Sumber: Jawa Pos, Senin, 27 Oktober 2008