Pondok Pesantren An-Nawawi Camplong

Adopsi Kurikulum Ponpes Sidogiri,
Galakkan Program Pengkajian Kitab


Setiap pondok pesantren (ponpes) memiliki metode pembelajaran khusus. Seperti ponpes An-Nawawi Desa Dharma Camplong, Kecamatan Camplong, Sampang misalnya. Ponpes yang satu ini memilih mengadopsi kurikulum Ponpes Sidogiri Pasuruan. Mengapa demikian?.

Bila ditilik dari silsilah pendirian pondok, Ponpes An-Nawawi Camplong memang layak menyandang predikat sebagai ponpes Sidogirinya Sampang. Selain karena sang pengasuh merupakan alumnus salah satu ponpes terbesar di Jawa Timur tersebut, kurikulum pelajaran kepesantrenan yang diberikan kepada santri juga diadopsi dari Ponpes Sidogiri Pasuruan.

Keunikan lain yang dimiliki pondok yang berlokasi di Dusun Lengser tersebut adalah, sengaja mendatangkan tenaga guru dari Pondok Sidogiri. "Selain kurikulum pelajaran, tenaga pengajar di pondok kami memang berasal dari Pondok Sidogiri," ujarnya pengasuh Ponpes An-Nawawi, KH Damiri Mudhar.

Dia menjelaskan, pihaknya mempunyai alasan kenapa harus mengadopsi dan mendatangkan tenaga pengajar dari Pondok Sidogiri. "Sebab, saya pernah menempa ilmu keagamaan di pesantren yang berlokasi di Desa Sidogiri, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan tersebut selama empat tahun. Karena itu, kami mengadopsi dan mendatangkan tenaga pengajar dari Sidogiri," terangnya.

Kepada koran ini, Kiai Damiri Mudhar juga mengungkapkan kenapa memberi nama pesantrennya An-Nawawi. "Pondok yang didirikan tahun 1954 ini diberi nama An-Nawawi, karena saya ingin mengambil barokah dari salah satu pengasuh Ponpes Sidogiri. Sebab nama pesantren ini, diilhami dari nama besar sosok yang menjadi pengasuh dan guru kami yakni (alm) KH Nawawi Nor Hasan," ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, pihaknya menegaskan bahwa kurikulum mata pelajaran yang diberikan kepada santri meniru kurikulum yang diterapkan manejeman Ponpes Sidogiri. "Tapi sebagian lagi, kami kombinasikan dengan kurikulum yang ada di pesantren ini. Artinya, meteri pelajaran yang diberikan kepada santri disesuaikan dengan kemampuan belajar santri," jelasnya.

Suami Nyai Hj Muslimat ini menambahkan, pihaknya memiliki alasan lain kenapa harus mengadopsi kurikulum Ponpes Sidogiri. "Misalnya, karena dengan pengaplikasian kurikulum ini bisa mempermudah santri dalam menyerap pelajaran. Dan faktanya, kurikulum ini memang cocok diterapkan di pesanteran An-Nawawi," kata Wakil Ketua Dewan Syuro DPC PKB Sampang ini.

Untuk menambah pemahaman dan penguasaan santri terhadap pelajaran kepesantrenan, pihaknya sengaja hanya memberi jatah istirahat dua jam sehari. Artinya, sejak pukul 05.00 sampai pukul 03.00 keesokan harinya santri digembleng beragam pengetahuan keagamaan sesuai strata pendidikannya.

"Ketentuan ini, rutin dilaksanakan oleh 500 santri kami yang menempuh pendidikan formal setingkat MD, MTs, dan MA. Setelah mengikuti kegiatan belajar mengajar kepesantrenan dan pendidikan formal, mereka juga wajib mengikuti pelajaran tentang kajian kitab-kitab," tandas Ketua MWC NU Camplong ini. (HARIYANTO)

Sumber: Jawa Pos, Senin, 14 Apr 2008

Label: , ,

1 Komentar:

Pada 4 April 2018 pukul 09.39 , Anonymous Cara Mengobati Cacingan pada Anak mengatakan...

This information is very useful. thank you for sharing. and I will also share information about health through the website

Obat Benjolan di Belakang Telinga
Cara Cepat Mengobati Amandel

 

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda