Sabun Kecantikan Produk Bangkalan
Tembus Pasar Asia

Diekspor ke Empat Negara, Disuka karena Natural

Produk komestika terus berkembang dari waktu ke waktu. Persaingan antarproduk sangat ketat. Lihat saja iklan-iklan di televisi, banyak produk untuk kecantikan. Meski demikian, produk kosmetik tradisional masih bisa bersaing. Seperti sabun yang dibuat dari bahan alami dari Bangkalan.

Banjirnya produk kosmetik luar negeri di pasar Indonesia tidak membuat pengrajin di Kabupaten Bangkalan patah semangat. Buktinya, produksi sabun kecantikan asli Bangkalan mampu menembus pasar dunia.

Saat ini sabun kecantikan dengan bahan alami dari bumi Bangkalan sudah diekspor ke empat negara di Asia. Yaitu Jepang, Hongkong, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

"Pasar tetapnya Jepang. Untuk tiga negara lainnya (Hongkong, Malaysia, Brunei, Red) sudah berjalan. Sekarang dalam tahap pengembangan," kata Kasubdin Perindustrian Abdul Rasyid mendamping Kadisperindag H Syaiful Jamal, kemarin.

Ceritanya, sabun tradisional kecantikan buatan Bangkalan itu dikenal pasar luar negeri saat pameran industri rumah tangga di Jakarta beberapa waktu lalu. Termasuk hasil industri rumah tangga lainnya dari Bangkalan, juga diminati pasar luar negeri. "Sampai sekarang ekspornya (sabun) masih berlanjut," kata Rasyid.

Pasar luar negeri berminat sabun tradisional untuk kecantikan buatan industri rumah tangga sari Bangkalan itu karena bahan-bahannya alami. "Masyarakat luar (negeri) sukanya yang natural," tukasnya.

Hj Solehah, produsen sabun kecantikan tradisional itu, mengatakan, sampaikan sekarang pihaknya terus mengekspor sabun bikinannya. Ekspor ke Jepang misalnya, dia mengirim 200 dos (1 dos berisi 20 buah) setiap enam bulan. Sedangkan ke Hongkong sudah mengekspor 20 ribu buah. "Lumayan juga," katanya.

Tak ke luar negeri, penjualan di dalam negeri juga banyak. "Pasar kami mulai Surabaya hingga Jakarta," Solehah.

Menurut dia, ada tiga jenis sabun tradisonal yang dia produksi. Yakni, sabun tradisional kecantikan wajah, badan, dan lulur. "Kalau pasar Jakarta lebih banyak meminta sabun lulur. Sedangkan pasar luar negeri minta sabun wajah," jelas Solehah. (TAUFIQURRAHMAN)

Sumber: Jawa Pos, Rabu, 06 Feb 2008