Musik dan Budaya Madura mencatat Rekor MURI

Di Pameran Pariwisata, Seni dan Budaya Majapahit Travel Fair (MTF) 2009, kali ini ada Musik Tongtong atau dalam bahasa Madura musik Daul Tuktuk asal Kabupaten Sampang, berhasil masuk MURI dengan rekor penabuh terbanyak. Yakni sebanyak 300 orang penabuh. Tak pelak akibat banyaknya penabuh hingga membuat suasana Gramedia Expo Surabaya, Jum’at sore (22/05) nampak terdengar meriah dan penuh riuh. Karena irama yang dibunyikan begitu indah, berasal dari bebunyian tetabuhan dari drum minyak, drum ikan, gong, gamelan, kuali dan gong. Lengkap diiringi nyanyian khas Madura.

Menurut sejarahnya Musik ini, ada sejak tahun 1970-an. Seperti yang diceritakan Ahmad Bahrawi, salah seorang penggiat musik Tong-tong pada EastJava Traveler, musik tong-tong ada di Sampang pada tahun 1970-an saat itu musik ini digunakan sebagai musik patrol oleh masyarakat setempat. Terutama saat Ramadhan tiba digunakan untuk membangunkan orang saat waktu sahur.

“Begitu legendarisnya musik ini hingga kami warga Sampang menggelar even tahunan yaitu lomba musik tong-tong setelah Lebaran,” ujar pria yang memliki nama panggilan Mamak ini.

Selain itu, ada sejarah yang mencatat jika Musik Tong-tong populer pada tahun 1999. Saat itu kabel bawah laut yang merupakan aliran listrik di Pulau Madura putus. Sehingga suasana pun gelap gulita selama berbulan-bulan. Mengakibatkan Madura tidak aman dari karena tindak kriminal. Kemudian musik ini menjadi inisiatif warga untuk meredam tindak kriminal dengan melakukan patrol setiap malam hari.

Atas keunikan musik ini, dan berdasar inisiatif masyarakat Sampang. Maka Musik Tong-tong diusulkan untuk mendapatkan penghargaan dan masuk rekor MURI. (naskah/foto:m.ridlo’i)

Sumber: KabarMadura.Com, Saturday, 24 October 2009

Label: , , , , ,

Festival Musik Tongtong Meriah

Rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Sumenep kembali dimeriahkan Festival Musik Tongtong. Festival yang diadakan oleh FKPPI Sumenep bekerjasama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sumenep ini kemarin malam, berlangsung meriah. Sebanyak 30 kelompok kategori tradisional dan 5 kelompok kategori modern tampil dalam festival kali ini. Mereka memerebutkan tropi bergilir bupati Sumenep.

Festival dilepas Dandim 0827 Letkol Inf. Tri Wihadi di depan GOR A. Yani Panglegur. Selanjutnya, peserta berjalan menempuh jarak 2,7 km. Tampak hadir di pembukaan festival Bupati Moh. Ramdlan Siraj, muspika, dan sejumlah pejabat.

Ribuan warga sepertinya sangat menantikan kegiatan budaya tahunan ini. Buktinya, sepanjang rute yang dilewati kelompok musik tong-tong dari GOR menuju Jalan Urip Sumoharjo, Panglima Sudirman, dan hingga finis di depan Masjid Agung padat penonton.

Ketua Panitia Pelaksana Ibnu Farid mengatakan, Festival Musik Tong-Tong ini merupakan kalender tahunan yang biasanya dilaksanakan pada setiap Ramadan. Namun, pada tahun ini dilaksanakan mendekati perayaan Hari Jadi Sumenep.

Kendati dilaksanakan di luar Ramadan, menurut dia, festival tetap berlangsung meriah. "Bahkan, peserta kali ini lebih banyak dibandingkan tahun lalu. Selain itu, beberapa peserta juga berasal dari kabupaten lain," katanya. Selain memerebutkan tropi bergilir Bupati Sumenep, panitia menyediakan hadiah berupa uang pembinaan dengan total Rp 38 juta.

Musik tong-tong yang berkembang di masyarakat Madura saat ini tergolong khas. Alat musiknya tidak hanya tongtong, tapi dipadu dengan alat musik tradisional lainnya. Seperti, gendang, saronen, dan kelennengan.

Tidak hanya itu. Kelompok musik tongtong yang ditampilkan dalam satu regu ini berjumlah puluhan orang. Menariknya lagi, para penabuh dikelilingi dengan dekorasi yang beraneka macam bentuknya. Seperti kelompok musik tong-tong Gong Mania dari Kecamatan Lenteng. Mereka tampil dengan dekorasi kereta dan kerapan sapi. Sehingga, tampak ciri khas Madura-nya.

Untuk membuat satu kelompok musik tong-tong modern diperlukan biaya yang cukup besar. Pemilik Gong Mania, Imam Mahmudi, harus mengeluarkan dana sedikitnya Rp 20 juta. Sebab, untuk tampil harus membuat dekorasi dan membeli sasis mobil. "Persiapannya butuh waktu satu bulan," katanya. Tahun lalu Gong Mania berhasil menjadi juara Festival Musik Tong-Tong. Tahun ini mendapatkan juara dekorasi dan kekompakan. Sedangkan juara kreativitas nada dan irama diraih kelompok musik tong tong dari Kabupaten Sampang.

Musik tongtong modern tidak hanya dikenal masyarakat Madura. Bahkan, beberapa kelompok musik tong-tong asal Sumenep pernah tampil di Surabaya, Bali, dan Jakarta. Beberapa waktu lalu, Gong Mania diundang dalam serah terima jabatan Pangdam V Brawijaya di Surabaya.

"Kami berusaha melestarikan dan mengembangkan kesenian Madura. Alhamdulillah, tongtong modern ini cukup dikenal dan diterima masyarakat luar. Bahkan, Kasad (kepala staf angkatan darat) berjanji akan menampilkan kami di Istana di Jakarta," katanya bangga. (zr/*)

Sumber: Jawa Pos, Senin, 29 Okt 2007

Label: , , ,