Puser Angin: Kelompok Musik Daul Tradisional

Misi Selamatkan Budaya, Angkat Harkat Kaum Muda

Salah satu pengisi acara pada kegiatan Anugerah Guru Favorit 2009 adalah kelompok musik uldaul tradisional Puser Angin (bukan Angin Ribut seperti berita sebelumnya). Kelompok musik etnik ini sudah dikenal di hampir seluruh penjuru Madura.

NAMA Puser Angin tidaklah asing. Terutama, di kalangan pecinta kelompok musik uldaul tradisional atau tong-tong. Sebab, komunitas uldaul asal Kecamatan Pasongsongan ini telah meraih beberapa prestasi di beberapa even musik etnik.

Untuk diketahui, komunitas musik tradisional yang berdiri tahun 2005 ini di beberapa even perlombaan mendapatkan beberapa prestasi. Di antaranya, Juara I Musik Saur 2005, Juara 1 Festival Musik Tongtong yang diadakan FKPPI Sumenep 2006 dan Juara 1 Musik Tradisonal se-Madura di Sampang, serta juara 2 musik tradisional se-Madura 2008 dan 2009.

Bagaimana latar belakang lahirnya komunitas musik tradional ini? H RB. Nurul Hamzah, ketua Dewan Pembina Puser Angin kepada koran ini mengatakan, berdirinya komunitas musik etnik itu merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap budaya Madura yang kian memudar.

Dijelaskan, musik tradisional uldaul Puser Angin muncul di saat budaya membangunkan orang tidur saat sahur di bulan puasa kian memudar. Menurutnya, budaya tersebut terancam punah jika tidak dilestarikan. "Jika tidak dilestarikan budaya tersebut terancam punah," kata laki-laki yang menjabat juga Kepsek SMPN 1 Sumenep itu.

Karena itulah, sambung dia, Puser Angin muncul dengan beberapa modifikasi yang tidak menghilangkan nilai-nilai ke-Madura-an. Menurut Hamzah, komunitas tersebut merupakan salah satu upaya untuk menyelamatkan budaya Madura yang terancam punah.

Di samping itu, lahirnya Puser Angin merupakan salah satu upaya untuk memberdayakan potensi anak muda. Menurutnya, dengan adanya komunitas musik uldaul, sejumlah pemuda di lingkungan sekitarnya diharapkan mempunyai kegiatan. "Daripada mereka tidak mempunyai kegiatan, kan lebih baik diarahkan ke pengembangan budaya," kata Hamzah.

Sebab, terang Hamzah, sejumlah anggota Puser Angin mempunyai beberapa agenda kegiatan yang bersifat rutin. Dikatakan, personel Puser Angin mempunyai agenda latihan tiap bulan satu kali. Namun, jika komunitas tersebut akan mengikuti festival atau tampil, personel melakukan latihan setiap hari.

Hamzah juga menjelaskan, beberapa musik yang ditampilkan oleh Puser Angin mempunyai pesan-pesan dalam bidang pembangunan. "Kami upayakan tidak hanya berorientasi pada hiburan, tetapi ada pesan yang disampaikan dengan beberapa judul lagu yang ditampilkan," pungkasnya. (FAISAL WARID)

Sumber: Jawa Pos, Selasa, 29 Desember 2009

Label: , , , ,

0 Komentar:

Poskan Komentar

Berlangganan Poskan Komentar [Atom]

Link ke posting ini:

Buat sebuah Link

<< Beranda