Berduyun-Duyun Jual Sarikaya

Tanaman Alternatif, Jual dengan Harga Murah

Semangat berwirausaha masyarakat pedesaaan tak pernah surut. Semua peluang dimasuki dan dicoba. Seperti semangat warga Desa Saronggi berlomba-lomba menjajakan buah sarikaya di sepanjang tepian jalan raya.

Gerimis yang jatuh satu persatu tak dihiraukan pedagang buah sarikaya di sepanjang jalan raya Desa/Kecamatan Saronggi. Mereka, sama-sama serius menata buah sarikaya yang baru saja dipetik dari dahannya.

Sarikaya yang rata-rata terlihat segar itu dijejer di atas hamparan tanah lapang di pinggiran jalan beraspal. Namun, mengantisipasi hempasan debu Sarikaya-sarikaya tersebut ditata rapi dalam sebuah kuali ukuran sedang terbuat dari bambu. Sementara, di atas tumpukan buah sarikaya itu kain sarung atau kertas koran menjadi tudungnya.

Jam 07.00 pagi, saat koran ini menyempatkan mampir, sejumlah warga mulai tumplek blek mengerumuni jejeran buah sarikaya tersebut. Menurut informasi yang didapat koran ini, mereka (warga) sedang melakukan negoisasi harga.

Masyarakat di desa tersebut biasa menentukan harga jual sesuai dengan ukuran buah. Untuk buah sarikaya ukuran besar Rp 20 ribu per sepuluh biji. Sementara ukuran kecil Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu persepuluh biji (Sajina: Madura).

"Harga jual tidak terlalu tinggi, yang penting laku," ungkap Marhamah (45). Menurut pengakuannya, warga di Desa Saronggi mulai berbondong-bondong menjual buah sarikayanya sejak dua minggu yang lalu. Buah sarikaya, akunya berbuah subur ketika musim penghujan mulai hampir mencapai puncaknya. Sehingga, bisa dipastikan dalam setiap tahun sekali warga yang menanam bisa menjual buah sarikaya dengan jumlah banyak.

Selain dijual secara eceran, dia dan sejumlah pedagang lainnya biasa menjual buah sarikayanya kepada tengkulak. Menurut keterangan yang dia dapat, buah sarikaya tersebut akan dikirim ke Surabaya dan daerah kota lainnya. Dia menambahkan, dari hasil penjual itu dalam satu hari dia bisa menghasilkan uang Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu.

Hal senada juga disampaikan Syafi'e, 50, dia mengatakan buah sarikaya membantu meringankan kebutuhan ekonomi keluarganya. Setelah tanaman jagung dan padinya tumbuh tidak normal, tanaman yang lain masih bisa diandalkan. "Syukurlah, buah sarikaya masih terus laku dan dicari banyak orang,"ujanya.

Diakui, dari hasil penjualan sarikaya tersebut beban hidup yang ditanggung sedikit berkurang. Dia berjanji, ke depan akan belajar mencari tanaman alternatif yang lebih memberi peluang bisnis.(ZAITURRAHIEM)

Sumber: Jawa Pos, Selasa, 17 Februari 2009

Label: , , ,

0 Komentar:

Poskan Komentar

Berlangganan Poskan Komentar [Atom]

Link ke posting ini:

Buat sebuah Link

<< Beranda