Tim SMAN 1 Blega Masuk Finalis LKIR Jatim
Temukan Campuran Mn-Zeolit untuk Hilangkan Bau Amis Air PDAM
Berangkat dari keprihatinan kualitas air PDAM yang warnanya kekuking-kuningan dan amis, tiga siswa SMAN 1 Kecamatan Blega melakukan inovasi. Hasilnya, mereka menemukan formulasi untuk menghilangkan bau amis dan menjernihkan warna air. Karya ini mengantarkan tim KIR SMAN 1 Blega lolos putaran final Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) Jatim 2009. Bagaimana kisahnya?
TIGA siswa itu tengah asyik di depan komputer. Mereka sedang membuat materi untuk presentasi dengan program power point. Padahal, saat ini rekan-rekannya sedang menikmati liburan sekolah. Tapi, tiga siswa yang tergabung dalam tim KIR SMAN 1 Blega itu tidak bisa libur. Hari ini hingga besok mereka harus ke Surabaya mengikuti babak final LKIR antar-SMA/MA se Jatim 2009.
Saat ditemui koran ini, tiga siswa berprestasi itu tampak terkejut. Namun, mereka mengaku bersyukur. Mereka anggap kedatangan koran ini sebagai tambahan semangat sebelum berangkat ke Surabaya hari ini.
"Terema kasih Mas mau datang dan melihat karya kami. Mohon doa restunya agar kami bisa menang," ujar Nofa Ariska, ketua tim KIR SMAN 1 Blega.
Selain Nofa, koran ini bertemu Homsiya, anggota KIR, dan Riyan Rosihan selaku operator. Satu anggota KIR lagi Moh. Fathul Qorib hingga kemarin harus istirahat karena sakit.
Kemarin ketiganya terus memperbaiki bahan presentasi dan berlatih teknik presentasi di hadapan audien. Karya tim ini berjudul "Pembuatan dan Uji Aktivitas Mn-Zeolit sebagai Absorben terhadap Ion Besi (III) dalam Air Baku PDAM Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan". Karya mereka berhasil lolos babak final. Bahkan, pada penilaian karya berada pada posisi runner up di bawah tim KIR SMAN 1 Gending, Probolinggo.
"Tapi, kami yakin bisa menyalip di penilaian presentasi. Apalagi saat ini nilai kami tidak jauh berbeda," kata Nofa.
Siswi cantik berjilbab ini lantas menceritakan asal mula penemuan mereka. Beberapa siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler KIR SMAN 1 Blega berusaha mencari persoalan yang sedang dihadapi masyarakat sekitar. Salah satunya yang paling mencolok adalah kualitas air, termasuk air PDAM di Kecamatan Blega.
Selama ini air di Blega baunya agak amis dan warnanya kekuning-kuningan. "Baju saya kalau yang dicuci lama-kelamaan muncul flek kecokelatan. Apalagi kalau seragam sekolah yang berwarna putih," kata Nofa yang diiyakan anggota lainnya.
Kondisi inilah yang memunculkan keprihatinan tim KIR SMAN 1 Blega. Apalagi kondisi air semakin parah saat musim kemarau. Nofa beserta teman-temanya lantas mencoba melihat kandungan air di Kecamatan Blega. Hasilnya, air di Blega memiliki kandungan ion besi dan ion logam berat yang melebihi batas normal. "Ternyata, dampaknya tidak hanya pada baju kita. Kondisi ini akan berdampak pada sektor industri dan mengancam kesehatan masyarakat Blega," terangnya.
Nofa beserta timnya kemudian mencari buku-buku referensi terkait masalah tersebut. Mereka rajin mengakses internet yang telah tersedia di laboratorium komputer SMAN 1 Blega. Tak berselang lama, tim KIR menemukan solusi bahwa kadar ion besi berlebih ini bisa dikurangi. Dari sekian cara yang mereka dapatkan, mereka akhirnya mencoba batu Zeolit yang direndam dengan larutan Mangan sehingga menghasilkan Mangan zeolit.
"Kami sengaja ambil cara ini, karena batu Zeolit banyak di perbukitan Blega. Kami tinggal ambil dan hanya membeli larutan Mangan di apotik," akunya.
Tim Nofa yang semuanya kelas XI ini akhirnya sukses melakukan uji coba di laboratorium SMAN 1 Blega. Meski tidak berhasil 100 persen, namun Mangan zeolit mampu mengurangi bau amis air PDAM di Blega. Selain itu, warna kekuning-kuningan pada air berubah menjadi jernih.
Keberhasilan mereka bersambut. Dinas Pendidikan Provinsi Jatim menggelar LKIR antar-SMA se Jatim pada Mei lalu. Atas dorongan Ahmad Afandi sebagai pembimbing dan pihak sekolah, tim Nofa mengirimkan hasil karyanya. Rupanya, penemuan mereka masuk finalis dan diharuskan mempresentasikan karyanya di depan juri.
Kini mereka mengumpulkan semangat untuk menjadi yang terbaik. Terlebih peluang mereka melaju ke tingkat nasional sangat terbuka lebar. Hal terpenting, menurut mereka, adalah rasa bangga ikut membantu masyarakat Blega. Mereka berharap, dengan penemuan tersebut air minum di daerahnya tidak lagi berbau. Juga baju seragam mereka tidak lagi terkena flek kecokelatan. (AHMAD MUSTAIN SALEH)
Sumber: Jawa Pos, Rabu, 01 Juli 2009


