Pantai Slopeng - Sumenep,
Pantai Indah nan Alami di Ujung Timur Laut Madura

Laut di Pantai Slopeng yang tenang ditambah dengan pemandangan barisan perahu nelayan tradisional di bagian barat pantai.
(OSCAR NUGROHO/THE EPOCH TIMES)

Pantai Slopeng merupakan pantai “kedua” di Kabupaten Sumenep, setelah Pantai Lombang.

Untuk menuju ke pantai ini, dari kota Sumenep, Anda ambil jalan ke utara, arah ke Bangkalan/Surabaya melalui jalur utara. Maka kurang lebih setelah 20 km perjalanan meninggalkan kota Sumenep, Anda sudah akan tiba.

Memang dengan jarak yang jauh dari kota Surabaya, ditambah dengan tidak adanya sarana transportasi udara menuju ke Pulau Madura, membuat pantai ini tidak terlalu ramai pengunjung. Kalaupun ramai, hanya pada saat hari libur sekolah, itu pun didominasi oleh wisatawan lokal dari sekitar daerah situ.

Namun justru dengan kondisi seperti inilah yang sangat menyenangkan bagi penikmat panorama alam seperti saya ini. Kecantikan pantai ini sama sekali belum terusik. Dengan laut biru yang tenang, pasir pantai yang bersih, deretan karang di sebelah timur pantai, dan barisan perahu nelayan di sebelah barat pantai, makin menambah “hidup” suasana pantai alami ini.

Pantai Slopeng ini memang tidak se-“khas” Pantai Lombang, yang terkenal dengan cemara udang-nya, namun vegetasi di pantai ini juga cukup unik dengan jajaran pohon siwalan yang tumbuh di tepi pantai. Dan yang menjadi keunikan di pantai ini adalah kuda-kuda yang disewakan untuk pengunjung yang biasanya dihias dengan berbagai macam pernak-pernik berwarna-warni.

“Kuda-kuda ini biasanya selain disewakan, juga dipakai untuk mengiring upacara pernikahan di daerah sini,” tutur Imam, salah satu pemilik kuda. “Biasanya kuda dibeli sejak kecil, kemudian dirawat dan dilatih, sehingga antara kuda dan pemilik biasanya telah terjalin hubungan emosional yang dekat,” tambahnya.

Jajaran pohon siwalan yang tumbuh di sekitar Pantai Slopeng.
(OSCAR NUGROHO/THE EPOCH TIMES)

Selain sebagai tempat berwisata, Pantai Slopeng ini juga tempat yang cocok untuk digunakan memancing, karena banyak terdapat berbagai jenis ikan laut, seperti ikan tongkol, dan lainnya. Kemudian di hari-hari besar seperti hari ketupatan, di tempat ini banyak ditampilkan antraksi wisata seperti kesenian tradisonal dan lomba sabung ayam. Tak ketinggalan pula berbagai aktivitas olah raga air seperti perahu layar, dan selancar angin.

Dan setelah lelah melakukan berbagai aktivitas, Anda dapat beristirahat sambil menikmati suguhan aneka makanan seperti rujak madura, bakso, maupun soto, diiringi dengan kelapa muda dan siwalan segar, yang tentunya dijual dengan harga yang sangat terjangkau. (Oscar Nugroho / The Epoch Times)

Sumber: The Epoch Times, Jumat, 08 Juli 2011

Label: , , , , ,