Perawatan Bak Ratu dengan Spa Keraton Sumenep

ADA begitu banyak teknik atau cara tradisional untuk merawat kecantikan dan kebersihan kulit. Salah satu yang pantas dicoba adalah spa Keraton Sumenep. Dalam perawatan ini, seorang perempuan dirawat bak ratu.

Keraton Sumenep di Jawa Timur dikenal dengan sebutan Potre Koneng atau Putri Kuning. Disebut seperti itu karena dulu pernah hidup seorang puteri keraton, Ratu Ayu Tirto Negoro, yang memiliki kulit kuning bersih. Untuk menghormati sang permaisuri, atap Keraton Sumenep diberi warna kuning cerah.

Rienne Tirmidzi kemudian mendirikan sebuah Salon & Spa, di kawasan Bintaro Jaya, Jakarta Selatan, untuk melestarikan teknik perawatan kecantikan wanita yaitu spa Keraton Sumenep. "Karena suami saya berasal dari sana dan perwatan kecantikan dengan menggunakan bahan-bahan alami khas Keraton Sumenep," jelas ibu dari 4 orang anak ini.

Semua bahan yang digunakan dalam perawatan ini, yaitu rempah-rempah, didatangkan dari Keraton Sumenep. Dan perawatan ini untuk mereka yang akan menikah. "Sebenarnya perawatan ini adalah untuk mereka yang akan menikah. Berguna untuk menghaluskan dan memutihkan kulit," kata wanita berkacamata itu. Manfaat dari perawatan adalah mengeluarkan racun-racun dari dalam tubuh, mengangkat sel kulit mati, menyegarkan, menghaluskan, serta membersihkan kulit dari segala kotoran.

Bak Puteri

Perawatan ini dimulai dengan massage pada seluruh bagian tubuh. Pijatan barawal dari telapak kaki, lalu ke betis, pinggang, punggung, hingga ke bagian tengkuk leher untuk memperlancar peredaran darah. Dalam massage yang berlangsung selama 1-1,5 jam ini digunakan minyak zaitun.

Setelah massage, tahap berikutnya adalah scrub dengan scrub bulat berwarna kuning yang sudah dihaluskan dan dicampurkan dengan ramuan khas Madura. Ramuan itu dibalurkan ke seluruh tubuh sebagai peeling untuk mengikis kotoran dan sel kulit mati dan membuat kulit tidak bersisik, sehingga kulit lebih cerah dan mulus.

Setelah ramuan itu setengah kering, gosok perlahan. Sesekali bisa dilakukan pijat ringan seperti pada bagian punggung dan tangan. Selanjutnya, steam dengan rempah-rempah selama 15-20 menit. Atau dapat pula dengan sauna selama 10-15 menit dengan suhu sekitar 40 derajat C. "Untuk yang memiliki tekanan darah rendah atau pun tinggi, disarankan agar berhati-hati dan jangan berlama-lama untuk steam atau sauna," imbuh Rienna.

Tahap selanjutnya adalah pemberian masker secara merata ke seluruh tubuh. Diamkan hingga kering. Baru setelah itu klien bisa berendam dalam bath up berisi rempah-rempah yang sudah direbus terlebih dahulu. Rempah-rempah itu seperti kayu cendana, bunga cantil, akar wangi, kayu manis, dan bunga pala agar tubuh menjadi lebih wangi.

Perawatan dilanjutkan dengan ratus, yaitu duduk di atas bangku kayu yang tengahnya sudah dibuat lubang dan di bawah lubang telah ditaruh rempah-rempah khas sehingga membuat organ intim menjadi lebih sehat dan wangi. "Ratus sangat baik untuk organ intim wanita, baik dilakukan 15-20 menit, sambungnya. Setelah rangkaian perawatan tubuh selesai, rangkaian perawatan tubuh selesai, perawatan selanjutnya adalah perawatan rambut, yaitu hair mask.

Setelah seluruh rangkaian perawatan selesai, klien bisa menikmati ginger cookies dan poka, minuman khas daerah Sumenep yang terbuat dari serai, jahe, gula aren, dan rempah alami yang berguna untuk menghangatkan tubuh.

Perawatan ini bisa dilakukan oleh perempuan berusia 20-50 tahun. "Dalam 1 kali perawatan spa keraton Sumenep ini sudah terlihat hasilnya, dengan memakan waktu sekitar 3-3,5 jam dan harga yang cukup reasonable," tandas Rienna. (Genie/Genie/tty)

Sumber: OkeZone, Sabtu, 16 Mei 2009

Label: ,

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

Link ke posting ini:

Buat sebuah Link

<< Beranda