Karya Warga Madura Disuka Wisatawan Asing

Keberadaan batik tulis asal Pakandangan Barat, Kecamatan Bluto, Sumenep, Madura benar-benar membanggakan semua pihak. Batik khas Sumenep ini banyak disuka para wisatawan asing. Semisal Australia, Belanda, Korea, Italia dan Jepang serta warga negara Malaysia.

Batik tulis bermotif flora dan fauna itu hasil kerja seorang pengrajin batik, Achmad Zaini (42). Bapak tiga anak ini meneruskan budaya nenek moyangnya secara turun-temurun sejak tahun 1917 silam.

Tak ayal, jika omzet tiap tahunnya mencapai ratusan juta dan mampu menghidupi keluarga dan 41 karyawan yang bekerja secara borongan.

Pengrajin batik tulis Melati asal Pakandangan Sumenep, Achmad Zaini mengaku, batik tulis Pakandangan sudah berusia 92 tahun. Hingga saat ini tetap bertahan dengan motif dan corak tersendiri, meski kadang ditiru pengrajin batik lain di Madura.

"Motif batik saya sering ditiru oleh perajin lain, tetapi tetap saja tidak sama. Seperti jalannya canting," kata Zaini kepada wartawan di tempat kerjanya Desa Pakandangan Barat, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Jumat (2/10/2009).

Harga batik khas Sumenep ini dijual antara Rp 50 ribu sampai Rp 400 ribu tiap potong (ukuran 1 baju). Harga yang bervariasi tergantung kehalusan bahan dan motifnya.

"Kalau yang disukai oleh wisatawan asing lebih banyak yang harganya Rp 300 ribu ke atas," ujarnya.

Zaini juga mendukung Penganugerahan Unesco terhadap batik sebagai warisan pusaka budaya dunia atau "World Heritage". Sebab bila tidak ada pengukuhan, maka batik Indonesia akan diklaim orang luar negeri.

Sementara Kepala Disperindag Kabupaten Sumenep, Hary Kuncoro Pribadi mengatakan, pembinaan terhadap pengrajin batik tulis terus ditingkatkan setiap tahunnya. Agar hal ini mampu bertahan dan bersaing dengan pengrajin batik di luar Madura.

"Ada 35 unit usaha batik di Sumenep, para pengrajin itu sudah dibekali pelatihan agar terus meningkatkan kualitas batik Sumenep yang mempunyai ciri khas khusus," kata Hary kepada wartawan di kantornya, Urip Sumoharjo.

Sumber: detikcom, Jumat, 02 Oktober 2009

Label:

0 Komentar:

Poskan Komentar

Berlangganan Poskan Komentar [Atom]

Link ke posting ini:

Buat sebuah Link

<< Beranda