Pedagang Dadakan di Pondok Wisata Pantai Camplong

Berkah Lebaran, Bisa Raup Rp 500 Ribu Sehari

Sejak Idul Fitri hingga Tellasan Topa', beberapa warga meraih berkah dengan berpenghasilan ratusan ribu. Apa yang dilakukan?

SUASANA berbeda terjadi di Pantai Wisata Camplong. Puluhan pedagang memadati deretan pantai landai yang indah dengan hamparan pasir putihnya itu. Tentu saja, mereka berupaya meraup untung dengan aneka jenis usahanya masing-masing. Bahkan tak jarang beberapa di antaranya berlatar belakang non-pedagang.

Dari pantauan koran ini, hingga kemarin puluhan pedagang masih memadati satu-satunya pantai wisata di Kota Bahari tersebut. Tetapi, masih banyak juga yang sudah 'gulung tikar'. Mungkin, mereka yang memilih berkemas pulang tersebut karena pembeli memang sudah menyusut.

Salah seorang pedagang rujak, Buk Sumariyatun, 45, mengaku sangat bahagia pada musim Lebaran tahun ini. Sebab untung yang didapat bisa mencapai ratusan ribu dalam setiap harinya. "Sejak Lebaran, alhamdulillah lumayan banyak pembelinya mas," ujarnya.

Menurut ibu satu anak itu, sebenarnya dia masih berharap pengunjung akan terus membeludak. Sebab jika banyak pengunjung, potensi dagangannya laris terbeli akan semakin besar. "Tapi mau gimana lagi, yang pasti besok (hari ini, Red.) sudah tidak mungkin lagi ada pelancong," ujarnya dalam bahasa Madura yang kental.

Menurut ibu yang mengaku tinggal di depan Kantor Kecamatan Camplong itu, kesehariannya dia bukanlah penjual rujak. "Kalau di rumah, setiap harinya saya hanya menjual nasi Kobal," ujarnya.

Diakui sengaja beralih dagangan saat Lebaran. Itu karena ketika Lebaran pengunjung tidak terlalu meminati makanan nasi. Namun kalau rujak, imbuhnya, biasanya lebih laris. Dan prediksinya itu terbukti. Selama seminggu dia berjualan rujak di Pantai Camplong, tak sedikit pengunjung yang berminat membeli rujaknya.

"Kalau lagi ramai seperti keesokan hari setelah Lebaran dan pas saat Tellasan Topa', saya bisa mengumpulkan uang Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu," ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Syafraji. Pria yang memilih berjualan pentol keliling di sekitar objek wisata Pantai Camplong ini mengaku mendapat lebih banyak pembeli dibanding hari biasanya. "Kalau hari biasa, sedikit untung yang bisa kami peroleh," ujarnya.

Namun, bapak dua anak tersebut tidak menjelaskan secara detail pendapatannya. "Kalau tidak terlalu ramai, kami hanya mendapat Rp 100 ribu tiap hari," ujarnya.

Diapun mengakui, sebelumnya tidak pernah menjual pentol. Tetapi, karena momen yang menentukan, akhirnya dia mau menjual pentol. "Kebetulan istri pinter buat pentol. Sebab, kalau waktu-waktu yang lain saya mencari ikan di laut," ujarnya.

Namun karena Lebaran sudah mulai habis, mereka merencanakan akan mengakhiri dagangan mereka sejak hari ini. "Untuk kebersihan pantai kita sudah bayar Rp 500 bagi pedagang bakso dan Rp 3000 khusus penjual rujak. Jadi, mungkin kami akan bekerja seperti biasa lagi, jualan nasi Kobal," pungkas Buk Sariyatun tersenyum. (c17/ed)

Sumber: Jawa Pos, 30/09/2009

Label: , ,

0 Komentar:

Poskan Komentar

Berlangganan Poskan Komentar [Atom]

Link ke posting ini:

Buat sebuah Link

<< Beranda