Temukan Listrik Tenaga Gravitasi

Pemkab Bantu Urus Hak Paten

Masyarakat Kota Pamekasan dihebohkan penemuan energi listrik tenaga gravitasi oleh Djoko Pasiro, 40. Pria asal Kampung Pongkoran, Kelurahan Gladak Anyar, itu mengaku bisa menciptakan energi listrik tanpa menggunakan BBM (bahan bakar minyak) sama sekali.

Dalam penemuannya, Djoko mengandalkan gravitasi bumi untuk menghasilkan energi listrik. Energi listrik ini murni berasal dari kekuatan alam. Sebab, tak ada BBM yang digunakan untuk menggerakkan mekanik penarik dinamo generator.

Penemuan teknologi Djoko ini mendapat perhatian banyak pihak. Termasuk, Bupati Pamekasan Kholilurrahman. Maklum, dengan teknologi yang dikembangkannya, Djoko mampu menghasilkan energi listrik tegangan tinggi.

Kemarin Djoko dikunjungi bupati di rumahnya Kampung Pongkoran. Kehadiran bupati untuk meninjau serta menyaksikan temuan Djoko bukan merupakan rekayasa, melainkan sebuah temuan canggih.

Sekitar pukul 13.30 bupati hadir di rumah Djoko. Bupati langsung diajak melihat dari dekat peralatan milik Djoko yang ditempatkan di samping rumahnya. Sejumlah wartawan juga diajak melihat langsung temuan Djoko itu.

Di hadapan bupati dan wartawan, Djoko langsung memperlihatkan temuannya. Mula-mula, Djoko mengambil sebuah alat untuk memutar "mesin" yang diciptakannya. Kemudian, alat terbuat dari besi yang didesain khusus itu dipasang dan diputarkan mengikuti arah jarum jam pada tuas khusus di mesin.

Dalam beberapa kali putaran, terlihat mesin berjalan. Bersamaan dengan itu, beberapa lampu yang disiapkan di sekitar alat langsung menyala. Dan yang istimewa, peralatan Djoko ini tidak mengeluarkan bunyi seperti mesin disel.

"Pada saat uji coba pertama, ini sama sekali tidak mengeluarkan bunyi. Sekarang bunyinya akibat posisi kurang tepat karena sering bongkar pasang," kata Djoko menjelaskan kepada bupati.

Bupati yang melihat peralatan Djoko bisa mengeluarkan energi listrik lantas tersenyum. Kemudian, Djoko diminta menghentikan peralatannya itu. "Tolong wartawan jangan mengambil gambar mesin ini dulu, karena masih kita urus hak patennya," kata Kholilurrahman.

Sekilas, dari pengamatan koran ini, peralatan Djoko sederhana. Antara lain, ada roda gila yang terbuat dari cor-coran semen berdiameter 1,5 meter, susunan gear yang ditata khusus, dan sebuah dinamo generator untuk menghasilkan energi listrik.

"Untuk penjelasan cara kerjanya, kami tidak bisa menjelaskan detail kepada wartawan. Sebab, kami menunggu pengurusan hak paten dulu. Yang pasti, prinsip kerjanya hanya mengandalkan gravitasi," terang Djoko.

Dia menjelaskan, kunci dari peralatannya pada roda gila dan gear yang ditata khusus. Ketika digerakkan, maka roda gila akan terus berputar secara alami menyesuaikan gravitasi. Roda gila baru akan berhenti kalau peralatannya dimatikan.

"Saat berputar itulah roda gila menarik dinamo generator yang membangkitkan energi listrik. Dan, energi listrik ini pula yang membantu terus menggerakkan roda gila," jelasnya.

Terkait penemuannya itu, Djoko menyatakan kesiapannya untuk diuji secara ilmiah. Namun, dia berharap agar hak paten datang lebih dulu. Sehingga, saat dirinya menjelaskan kepada publik secara ilmiah, hak cipta telah dia miliki.

"Bagaimanapun juga, ini temuan saya dari hasil eksperimen bertahun-tahun," terang Djoko yang hanya lulusan STM jurusan elektro itu.

Sementara bupati mengatakan, pihaknya akan membantu Djoko agar segera mendapatkan hak paten. Untuk itu, pemkab telah mengutus staf ahli agar mengurus segala keperluan agar Djoko mendapatkan hak paten atas temuannya itu.

"Kami melihat ini sebuah temuan. Meski masih memerlukan pengujian lebih jauh, namun kami berharap agar temuan ini benar-benar bisa dikembangkan," katanya.

Bupati juga berjanji akan membantu Djoko untuk mencarikan investor, jika nantinya sudah mendapatkan hak paten pascapengujian terhadap peralatannya. "Kami berharap, kalaupun nanti sudah ada investor setelah ada hak paten, pengembangan lebih lanjut tetap di Pamekasan. Sehingga, kalau harus diproduksi masal, pabriknya harus di sini (Pamekasan,Red.)," tandasnya. (zid/mat)

Sumber: Jawa Pos, Selasa, 03 Februari 2009

6 Komentar:

Pada 31 Desember 2009 18.09 , Anonymous Anonim mengatakan...

yang bener hanya dengan roda gila, ger yang ditata khusus dan hasil energi dikembalikan ????? Omong kosong bung itu gak mungkin melawan pakar kekelan energi yang udah ratusan tahun apalagi si joko tsbminta hak paten duluan trus gimana? apa dah tentu lulus ujian, ha ha ha ha ha

 
Pada 19 Januari 2010 12.11 , Anonymous Anonim mengatakan...

mas joko walaupun hanya mimpi tidak apa dari pada tidak ada komentar yakan sedikit membual tidak apalah negeri ini sudah biasa dengan orang seperi mas joko

 
Pada 3 Februari 2010 16.14 , Anonymous Anonim mengatakan...

Saya setuju dengan Djoko, karena menurut saya sangat mungkin sebab perbedaan energi statis itu diatur dengan tuas, saya dukung...

 
Pada 13 Februari 2010 22.23 , Anonymous Anonim mengatakan...

barangkali cuma hoax doang ! mana buktinya kalau memang berhasil. Buktikan mas Joko, kami warga Indonesia akan bangga sekali ada penemu hebat di Indonesia,tapi kalau cuma hoax doang cepatlah bertobat sebelum kami hoak (maksudnya hampir muntah)

 
Pada 11 April 2013 22.56 , Anonymous Anonim mengatakan...

buktikan dulu mas djoko.... jangan2 di putar beberapa kali trus berhenti lagi. emang pernah di coba berapa hari??? selamat berjuang semoga berhasil.!!!

 
Pada 13 Oktober 2015 00.37 , Blogger aneka info mengatakan...

Sekarang sudah tidak ada kabar?........

 

Poskan Komentar

Berlangganan Poskan Komentar [Atom]

Link ke posting ini:

Buat sebuah Link

<< Beranda