Etnik Madura dalam Lukisan

Mengangkat sebuah etnik dalam karya lukisan tidak gampang karena membutuhkan penguasaan sekaligus wawasan yang memadai terhadap etnik itu sendiri. Ini berarti pula seorang perupa harus cermat, jika tidak menghendaki hasil karyanya sekadar eksploitasi tanpa moralitas.

Jika, kini salah seorang keturunan etnis Madura, Khusnul Bahri (43), warga Surabaya, Jawa Timur, menggelar tidak kurang 30 buah karya lukisan dekoratif-naturalis bertajuk 'Etnik Madura dalam Lukisan', 1 November hingga 15 November, di Jendela Resto Gallery Surabaya, bisa jadi sebuah proses eksplorasi seorang seniman.

Etnik Madura ini amat kaya dengan tradisi dan budaya, seperti karapan sapi misalnya, dan celurit sebagai identitas yang melekat. Namun demikian, dalam ajang pameran tunggal ini, Khusnul Bahri, belum sepenuhnya mengeksplorasi kekayaan tradisi dan budaya etnik Madura dalam karya lukisnya.

"Masih banyak yang harus saya gali mengenai etnik, tradisi dan budaya Madura, tetapi dalam karya-karya yang sekarang ini saya pamerkan setidaknya mengangkat kembali nuansa Madura," ujarnya.

Dikatakan, sebuah etnik yang terangkat dalam sebuah karya seni rupa, termasuk lukisan, bisa menjadi sebuah pendorong untuk memahami tradisi dan budaya sehingga sejarah tentang tradisi dan kebudayaan lokal, seperti budaya Madura, bisa terangkat kepermukaan melalui sentuhan karya seni rupa. "Konsep saya dalam seni rupa, ya hendak mengangkat Madura. Artinya, sebagai pelukis saya berkepentingan untuk mengubah image bahwa orang Madura tidak memahami seni," ujar Khusnul Bahri.

Sementara itu, Manajer Jendela Resto Gallery Surabaya, Andri Setiawan kepada Kompas mengatakan, selama ini pihaknya amat berkepentingan untuk menghadirkan berbagai pameran seni rupa sehingga persoalan kualitas hasil sebuah karya lukisan bisa terukur. "Sebagai pengelola galeri, kami menekankan setiap seniman yang mau pameran terlebih dahulu mengabaikan laku atau tidak. Jadi, yang terpenting bagaimana karya mereka bisa diapresiasi oleh pengunjung," ujarnya.

Andri Setiawan lebih lanjut mengatakan, kegiatan pameran seni rupa telah menjadi agenda Jendela Resto Gallery. (tif)

Sumber: Kompas

Label: ,