Gerhana Matahari Jadi Ajang Wisata

Lembaga Swadaya Masyarakat Gai’ Bintang Astronomi Club (GBAC) Sumenep memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyaksikan secara langsung peristiwa gerhana matahari cincin yang terjadi, Senin (26/1). Ajang melihat perjalanan gerhana matahari cincin ini menarik perhatian ratusan warga Sumenep. Terlebih kalangan pelajar mulai dari SD, SMP dan SMA mendatangi lokasi wisata angkasa yang digelar di pintu masuk keraton Sumenep di Jl Dr Soetomo, Pajagalan.

Selain menyediakan teleskop, GBAC juga memberikan kacamata khusus gratis kepada para pengunjung wisata angkasa itu. Warga bisa dengan mudah melihat proses gerhana matahari yang dimulai pukul 15:20 WIB hingga kembali pulih pukul 16:42 WIB.

”Ajang rekreasi gratis ini cukup memberikan hiburan sekaligus pengetahuan gratis kepada kami. Kebetulan ini terjadi pada saat liburan sekolah dan kantor,” ujar Budi,35, salah seorang pengunjung warga Kelurahan Bangselok.

Direktur LSM GBAC Sumenep, Januar Herwanto, kepada Surya mengatakan, gerhana matahari cincin merupakan peristiwa langka yang terjadi tahun ini. Masyarakat bisa mengetahui secara langsung bagaimana proses gerhana itu terjadi.

”Rasanya tepat bilamana kami menyediakan media gratis kepada warga, khususnya siswa yang ingin mengetahui seperti apa gerhana matahari itu terjadi,” ujar Wawan panggilan akrab Januar Herwanto. Ditambahkan, gerhana matahari cincin memang pernah
terjadi pada zaman Nabi Muhammad. Sebagian ilmuwan berpendapat gerhana matahari cincin itu rentang waktunya terjadi sekitar 66 tahun sekali. ”Tapi pastinya saya tidak tahu,” ungkapnya.

Kendati matahari pernah mengalami gerhana total tahun 80-an. Namun gerhana matahari cincin menjadi penelitian banyak ilmuwan dan ahli astronomi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan ilmuwan dunia.

Sementara itu Yanti, salah seorang siswa SMA merasa senang dengan kegiatan GBAC yang menyediakan sarana untuk pelajar melihat langsung proses gerhana matahari cincin. ”Ini juga menjadi bagian mata pelajaran bagi kami untuk mengetahui mengapa sampai terjadi gerhana matahari cincin,” ujarnya. (st2)

Sumber: Surya, Selasa, 27 Januari 2009

Baca juga:
Ramai-ramai Nonton Gerhana Cincin

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

Link ke posting ini:

Buat sebuah Link

<< Beranda