Kolektor Keris Pusaka

Ada Keris Berumur 400 Tahun Berlafadz Allah

Zaman sekarang mungkin jarang kolektor keris pusaka. Supomo termasuk yang jarang itu. Kini dia punya sekitar 50 koleksi keris pusaka. Dia jadi kolektor keris pusaka umur ratusan agar peninggalan seni dan budaya itu tidak punah.

Jam menunjukkan pukul 13.00. Awan memayungi perjalanan koran ini menuju sebuah rumah di Kelurahan Kangenan, Kota Pamekasan. Tak butuh waktu lama sampai di rumah Supomo, kolektor keris pusaka.

Dengan akrab, si empunya rumah menyilahkan koran ini duduk. Di meja tampak sudah tertata beberapa keris pusaka. Tak hanya itu. Keris koleksi Supomo ditempatkan di kursi dan pojok ruangan.

Supomo lalu cerita, keris pusaka yang masih cantik dan terawat itu didapat dari hasil membeli dan barter sesama pecinta seni. Beberapa keris pusaka miliknya punya beberapa sentuhan falsafah jika dilihat dari sudut pandang kesenian dan budaya.

Beberapa keris pusakanya berumur di atas 200 tahun. Antara lain, Pamor Junjung Drajat, Udhan Mas, Nogo Rangsang, Tejo Kinurung, dan Poso. Semuanya keris buatan Jawa. Masih banyak keris yang tidak dia keluarkan, termasuk keris buatan empu Madura.

Yang unik adalah keris Nogo Rangsang. Pusaka yang berumur sekitar 400 tahun ini ada tulisan lafadz Allah. Menurut Supomo, pada malam hari keris ini berdiri.

Supomo sudah 14 tahun mengoleksi keris pusaka. Niat awalnya adalah agar peninggalan seni dan budaya yang sudah jarang ditemui ini tidak punah.

Menurut pria asal Malang yang sudah 32 tahun hidup di Madura ini, keris pusakanya ada yang harganya puluhan juta rupiah. Namun jika sudah dijual ke luar, harganya bisa lebih tinggi.

Yang membuat dia prihatin, ada keris pusaka yang dijual sampai ke luar negeri. "Membuat keris pusaka itu tidak segampang membalikkan kedua tangan," katanya. Karena itu, pegawai di PLN Pamekasan ini berupaya terus menambah koleksi kerisnya.

Dia lalu menjelaskan, keris pusaka dibuat empu memakan waktu lebih dari empat bulan. Itu pun jika berhasil. Zaman dahulu, katanya, panempaan besi dan pamor menjadi antara empat sampai 64 lapis tahap dinamakan saton.

Setelah itu, dibentuk dalam keadaan kasar. Proses selanjutnya diukir dan ditempa lagi dengan beberapa aksesoris. Dalam tahap ini proses pembuatan keris belum sepenuhnya selesai.

Bahan pamor akan sangat menentukan proses finishing. Jika suhu panas dan dingin tidak berimbang, pembuatan keris pusaka akan gagal. "Selanjutnya harus dimulai dari awal lagi," terangnya.

Pembuatan keris pusaka bukan hanya dilihat dari sisi fisik saja, juga nonfisik. Secara nonfisik pembuatannya dengan ritual tertentu yang memuat doa. Itu tergantung dari tujuan pembuatan keris pusaka tersebut.

Bagaimana Supomo merawat keris pusakanya? Perlu ritual khusus untuk merawat keris pusaka. Salah satunya dengan mencucinya pada tiap tanggal 1 Suro.

Menurut dia, saat ini keturunan empu pembuat keris hanya tinggal seorang, yaitu Jehno Harum Brojo, 70. Kini dia berada di Kasultanan Jogjakarta.

"Jika kita mau membuka mata terhadap seni dan budaya, hendaknya kita lebih memelihara dan menjaga agar keris pusaka tidak punah," harapnya. (HARISANDI SAVARI)

Sumber: Jawa Pos, Jum'at, 18 Juli 2008

2 Komentar:

Pada 4 Juli 2009 09.39 , Blogger Mas Djamal mengatakan...

dimaharkan keris hadiah dari raja panjalu, keterangan lengkap bisa dilihat disini : http://masjamal.blogdetik.com/2009/07/04/keris-panjalu/

keris Naga
terbuat dari bahan baku meteorit dan lapisan emas, itu sepasang keris sepasang. di buat pada masa kerajaan panjalu kurang lebih 500th yg lalu dimana keris itu adalah hadiah dari raja atas prestasi yg dicapai oleh panglima kerjaan panjalu. pemilik dari keris tersebut adalah panglima shaf ke 19 dari kerajaan panjalu. dibawah keris ada gambar macan, gajah dan menjangan yg menandakan penahunan pembuatan dan penganugerahannya.

keris putih
itu keris yg werangka dan pegangan terbuat dari gading gajah. keris tersebut jg sama terbuat kurang lebih 500th yg lalu.

salam,
mbah karbien

 
Pada 17 April 2010 09.15 , Anonymous Anonim mengatakan...

jamu madura mantap (bebek panglima-Sampang)

 

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

Link ke posting ini:

Buat sebuah Link

<< Beranda