Oksigen Giliyang Terbaik di Dunia


From Surabaya Post


Pemerintah Kabupaten Sumenep bertekat menjadikan Pulau Giliyang menjadi lokasi wisata kesehatan, mengingat kandungan oksigen di pulau ini memiliki keunikan yang berbeda dibandingkan daerah lain di dunia.

Kepala UPT Laboratorium BLH Sumenep, Herry Supratman menjelaskan, kandungan oksigen di Pulau Giliyang berbeda dengan oksigen dilain tempat. Kadar oksigennya, diatas rata-rata, yakni 21%. "Artinya, oksigennya memang bagus dan cocok untuk wisata kesehatan. Ini potensi alam yang tidak ditemukan ditempat lain," kata Herry, Kamis (5/1).

Pulau Giliyang yang masuk wilayah Kecamatan Dungkek tersebut terdapat dua desa, yaitu Desa Bancamara memiliki luas areal 5.15 km2 dan Desa Banraas dengan luas areal 4.00 km2. Dua desa tersebut sama sekali tidak memiliki lahan sawah, melainkan hanya tanah kering.

Pihak BLH, melakukan uji kadar oksigen 27 Desember 2011 lalu, di Desa Bancamara, sekitar 1 km dari pantai. Pengambilan sample pengujian itu dilakukan sekitar pukul 12.05 WIB. "Pengujian itu dilakukan pada siang hari. Jika pada pagi hari, antara pukul 08:00 sampai pukul 11:00 Wib, maka kadar oksigen tentu jauh lebih bagus," ujarnya.

Pada tahun 2006 lalu, peneliti Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) juga menyatakan hal serupa. Kandungan oksigen udara di Pulau Giliyang berkisar antara 3,3 – 4,8% diatas normal. "Pemerintah kabupaten ingin lebih tahu mendalam soal kadar oksigen di Pulau Giliyang itu, makanya diuji kembali. Dan ini baru tahap awal. Pengujian terus akan dilakukan bersama BLH Jatim," terangnya.

Kondisi alam Pulau Giliyang tergolong 'perawan' dan tidak tercemari dengan volusi udara. Selain jumlah kendaraan bermotor terbatas, pola hidup masyarakat setempat masih alami. Mayoritas pekerjaan masyarakat di dua desa itu menjadi nelayan, sebagian kecil mengolah lahan pertanian. "Untuk penerangan pada malam hari sudah ada Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB)," katanya.

Kondisi pantainya, bersih dan batu karangnya cukup indah. Bila, wilayah Pulau Giliyang dikemas dengan konsep wisata kesehatan, maka hanya satu-satunya lokasi wisata di Jawa Timur yang kondisi oksigennya diatas rata-rata. Sangat wajar, bila masyarakat setempat lebih awet muda dibanding masyarakat yang hidup diluar pulau tersebut. "Memang perlu keseriusan semua pihak bila akan dijadikan lokasi wisata kesehatan," ujarnya.

Untuk menuju Pulau Giliyang tidaklah sulit, dari Pelabuhan Dungkek bisa menggunakan jasa perahu rakyat yang biasa digunakan masyarakat setempat sebagai transportasi laut setiap hari. Kondisi ombak yang bersahabat membuat warga setempat merasa aman beraktivitas. Warga yang menggunakan jasa transportasi perahu rakyat hanya dikenakan biaya sebesar Rp10.000 per orang.

Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Sumenep, Nur Asyur berharap pemerintah daerah bisa mendatangkan investor yang bisa menanamkan modalnya untuk wisata di Sumenep. "Cukup banyak potensi wisata dikepulauan. Namun, hingga saat ini belum tergarap sama sekali. Padahal, jika potensi laut dan alam kepulauan mampu disajikan dengan baik, maka akan berdampak positif bagi kehidupan warga kepulauan," ujarnya.

Politisi Partai Keadilan Sejehtera (PKS) ini sangat mendukung bila pemerintah akan mengembangkan wisata kepulauan yang potensinya tidak kalah dengan daerah lain di Nusantara ini. (md2)

Artikel Terkait:

Sumbaer: Surabaya Post, Kamis, 05/01/2012

Label: , , , , ,

0 Komentar:

Poskan Komentar

Berlangganan Poskan Komentar [Atom]

Link ke posting ini:

Buat sebuah Link

<< Beranda