Dukun Cilik Rido'i Semakin Terkenal

Kabar munculnya dukun cilik mirip Ponari Jombang, ternyata cepat tersiar. Apalagi sejumlah media yang dimotori Radar Madura, memberitakan secara khusus. Tak heran, Irvan Maulana alias Rido'i, warga Kampung Baru RT1/RW2 Desa/Kecamatan Kamal, hingga kemarin (21/2) banyak dikunjungi 'pasien'. Tentunya dengan satu tujuan, untuk bisa sembuh dengan mediator batu milik Rido'i.

Banyaknya pengunjung tersebut, merambah hingga ke luar Kamal. Jika sehari sebelumnya didominasi warga Kamal dan sekitarnya, kemarin ada pengunjung yang mengaku dari kawasan Bangkalan lainnya, Sampang, Pamekasan, Sumenep. Bahkan beberapa lainnya mengaku dari luar Madura.

"Pengunjung memang banyak. Mayoritas memang warga luar Kamal," ujar Ipung, tetangga Rido'i.

Diakui pria yang juga agen koran ini, khusus warga Kamal memang pro - kontra terhadap keberadaan dukun Rido'i. "Ada yang percaya ada yang tidak. Sehingga yang berobat ke Rido'i hanya sedikit," kata pemilik Edden Agency ini.

Serangkaian pengobatan ala Rido'i ini memang mirip dukun cilik Ponari di Jombang. Yakni sama - sama dengan mediator batu. Namun Rido'i punya keunikan tersendiri. Terutama ketika mendengar suara adzan. Dimana Rido'i bakal langsung menghentikan praktik pengobatannya. "Meskipun ada yang kritis minta diobati, tapi ada adzan Rido'i biasanya tidak mau mengobati," tuturnya.

Sementara Kapolres Bangkalan AKBP Aris Purnomo melalui Kapolsek Kamal AKP Fagie Patra mengatakan, jajarannya terus melakukan serangkaian analisa evaluasi (anev) untuk menentukan langkah yang akan diambil. "Peristiwa yang satu ini (dukun cilik Rido'i, Red.) berpotensi menimbulkan gejala apa. Itu yang kemudian kami carikan jalan keluarnya," tukasnya.

Jika diprediksi pengunjung akan membeludak, tegas Fagie, Polsek Kamal tidak segan - segan meminta pihak terkait untuk melakukan serangkaian observasi terhadap batu yang dijadikan mediator pengobatan oleh Rido'i. Hal itu sebagai upaya untuk memberi pemahaman terhadap pengunjung yang akan berobat.

"Kami akan ajak dinkes misalnya. Tentunya untuk mengusahakan serangkaian observasi terhadap batu yang dipakai Rido'i mengobati pasien," tukasnya. (c12/ed)

Sumber: Jawa Pos, Minggu, 22 Februari 2009

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

Link ke posting ini:

Buat sebuah Link

<< Beranda