Benahi Taman

Taman Kota yang terletak di depan Kantor Pemkab Sampang, kini tengah dibenahi dengan mengecat tugu Adipura serta seluruh pagar taman. Taman yang menelan anggaran sebesar Rp 1,1 miliar bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) 2006 lalu itu kondisi fisiknya sangat memprihatinkan.

Pondisi tugu Adipura serta sebagian pavingnya sudah banyak ambles, hal itu diakibatkan kualitas pekerjaan yang sangat jelek. Selain itu, minimnya aneka tanaman yang menghiasi taman seluas setengah hektar tersebut terlihat gersang dan tidak asri. Fungsi taman pun tidak tampak sebagai paru-paru, tapi yang menonjol justru menjadi taman beton.

Menurut Kasubdin Pertamanan, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sampang, Mukatro, dalam rangka menyongsong lomba Adipura, pihaknya memang sedang membenahi taman tersebut. Tapi, hanya sebatas melaksanakan pekerjaan tambal sulam, karena keterbatasan anggaran yang diambil dari dana rutin, sehingga pihaknya tidak bisa membenahi bagian kerusakan yang cukup parah.

“Mengingat dalam APBD Tahun Anggaran (TA) 2009 pos anggarannya tidak dimasukkan, maka kita terpaksa mengambil dari anggaran rutin. Tapi, diharapkan dalam 2010 nanti, kita baru bisa memperbaiki beberapa bangunan fisik yang rusak. Di samping itu, kita akan menambah sejumlah tanaman hias serta pepohonan agar taman kota terlihat rindang dan asri,“ ujar Mukatro, ditemui ketika sedang mengawasi para pekerja yang mengecat tugu dan pagar taman, Senin (9/2).

Dia berharap, supaya masyarakat mempunyai kesadaran yang cukup tinggi untuk memiliki. Karena petugas taman sering mendapati tanaman banyak yang hilang dan ornament-ornamen penghias taman yang dirusak oleh tangan jahil. Sehingga pihaknya terpaksa harus mengeluarkan anggaran tambahan, untuk menganti kerusakan dan tanaman yang hilang tersebut.

“Kita terkadang kewalahan mengawasi keberadaan taman kota maupun taman Monunem Trunojoyo. Karena tingkat kesadaran masyarakat yang sangat rendah, sehingga taman tersebut sering dijadikan tempat bermain sepak bola. Bahkan tanamannya dicabuti serta beberapa lampu hias dirusak tanpa ada perasaan menyesal,“ keluhnya. (rud)

Sumber: Surabaya Post, Rabu, 18 Februari 2009

0 Komentar:

Poskan Komentar

Berlangganan Poskan Komentar [Atom]

Link ke posting ini:

Buat sebuah Link

<< Beranda